Polri Siapkan 300 Titik Penyekatan Saat Arus Balik Lebaran 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Polri menyiapkan 300 titik penyekatan untuk menghalau pemudik yang akan kembali ke daerah asalnya. Arus balik mudik lebaran 2020 diprediksi akan dimulai pada hari ini, Selasa (26/5).

Kepala Bagian Oprasional Korlantas Polri, Brigjen Benyamin menyatakan, dari 300 titik tersebut, terdapat 56 titik yang merupakan pos penyekatan utama tersebar di perbatasan kabupaten di Pulau Jawa.

“Sekitar 300 dengan yang kecil-kecil. Kalau yang besar-besar ada 56 tetap kita pergunakan. Karena antar kabupaten sekarang kita pastikan kita aktifkan semua,” kata Benyamin dikonfirmasi, Selasa (26/5).

Benyamin menjelaskan, penyekatan tidak hanya dilakukan di ruas tol, tapi juga di jalan arteri. Menurutnya, teknis penyekatan akan melarang kendaraan pemudik yang ingin masuk ke wilayah yang bukan dari arah keberangkatannya.

“Misalnya kendaraan yang dari Jatim (Jawa Timur) dia mau masuk ke Jateng (Jawa Tengah) kita perintahkan untuk kembali ke Jatim lagi,” tegasnya.

Oleh karena itu, pemudik yang sudah sampai ke tujuannya diimbau tidak melakukan arus balik hingga pandemi Covid-19 selesai. Jika tetap nekat, polisi tak segan memberikan tindakan putar balik bagi yang tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) sebagai syarat masuk wilayah Ibu Kota.

“Kita akan putarbalikkan, kalau memaksakan diri, resikonya akan ditanggung oleh para masyarakat sendiri, bisa terombang ambing karena setiap kabupaten akan disekat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengimbau masyarakat agar tidak kembali masuk ke Jakarta, sebagaimana diketahui bahwa kasus positif Covid-19 di Ibu Kota paling tinggi.

“Bagi masyarakat yang tidak memiliki ketrampilan khusus dan tidak memiliki suatu keahlian diharapkan untuk tidak kembali ke Jakarta,” ujar Argo, Sabtu (23/5).

Dalam pelaksanaan penyekatan-penyekatan tersebut, petugas dari unsur TNI dan Polri akan berjaga di masing-masing lokasi yang di tentukan. Kemudian mereka akan memutarbalikkan kendaraan yang akan kembali ke Jakarta.

“Artinya, bahwa kita berharap, semuanya untuk patuh, dan kemudian mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah,” tukas Argo. (jp)

  • Dipublish : 26 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami