Polri Waspadai Mafia Tabung Oksigen

Pekerja di India memilah-milah tabung oksigen yang akan digunakan untuk pasien Covid-19. (Manju/AFP)
Pekerja di India memilah-milah tabung oksigen yang akan digunakan untuk pasien Covid-19. (Manju/AFP)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Aparat kepolisian mewaspadai adanya mafia tabung oksigen menyusulnya tingginya permintaan akibat peningkatan COVID-19. Polri melakukan pengawasan terhadap peredaran tabung oksigen.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis menegaskan pihaknya tengah mengawasi harga tabung oksigen di tingkat pengecer. Pengawasan dilakukan agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang mengambil keuntungan atau mafia di tengah tingginya permintaan tabung gas di Jadetabek.

“Saya mengimbau khususnya kepada retail-retail ini jangan sampai ada bermain-main untuk mencoba menyimpan atau menaikkan harga. Kami akan pantau,” tegasnya dalam keterangannya, Kamis (1/7).

Ditegaskannya pula, pihaknya tidak akan segan melakukan tindakan tegas kepada oknum yang melakukan aksi ambil untung dengan menaikkan harga tabung oksigen dan oksigen dengan tidak wajar.

“Apabila ini kami temukan di wilayah atau di lapangan akan kami lakukan penindakan,” tambahnya.

Dikatakannya, pihaknya juga telah mengadakan pertemuan produsen dan distributor oksigen dan tabung oksigen dan memastikan tidak ada kenaikan harga.

“Jadi, kalau seandainya harga bermain berarti itu ada di hilir di toko-toko retail, mungkin di toko alat kesehatan atau mungkin ada perorangan yang membeli banyak, kemudian mencari keuntungan di sini,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan saat ini pengecer dan toko alat kesehatan sedang kehabisan stok tabung oksigen lantaran oleh lonjakan pembelian tabung oksigen oleh perorangan.

“Situasi sekarang ini permintaan dari perorangan ini yang cukup banyak, yang sekarang ini ramai di toko-toko merasa kehabisan karena adanya permintaan perorangan,” katanya.

Meski demikian Yusri memastikan pasokan oksigen di Jadetabek saat ini tetap normal dan bisa memenuhi permintaan rumah sakit meski ada peningkatan permintaan karena kenaikan “bed occupancy ratio” (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19.

“Untuk rumah sakit sampai dengan saat ini tercukupi,” pungkasnya.(fin/jm)

  • Dipublish : 2 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami