PPKM Level IV, Pemkot Makassar Siapkan 100 Ribu Paket Bansos

foto: IG @dpramdhanpomanto
foto: IG @dpramdhanpomanto
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id — Kota Makassar dan Tana Toraja menjadi wilayah yang akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Sulawesi Selatan. Rencananya akan diberlakukan selama 14 hari ke depan dimulai hari ini, Senin (25/7) hingga Minggu (8/8) mendatang.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjelaskan, dalam PPKM level IV ada sejumlah aktivitas masyarakat yang akan dibatasi. Mulai dari kegiatan pembelajaran, akan dilakukan penuh secara daring atau online. Selain itu, seluruh kegiatan yang non esensial, sepenuhnya dilakukan dari rumah atau WfH (Work from Home).

Untuk orang-orang yang bekerja di sektor esensial, diatur hanya 50 persen yang bisa beraktivitas dari tempat kerja. “Jadi ada sejumlah poin yang diatur dalam PPKM level IV ini,” ungkap Danny.

Karena aktivitas masyarakat selama 14 hari ke depan akan dilakukan secara terbatas, maka Danny akan menyiapkan 100 ribu paket bantuan sosial untuk menekan beban masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Level IV ini. Bansos yang akan diberikan untuk masyarakat berupa paket bansos berupa sembako. Selain dalam bentuk paket sembako, bisa juga berupa ATM beras atau dalam bentuk lain.

BACA JUGA: Pemkot Makassar Siapkan Motivator Untuk Peserta Wisata Apung Pasien Covid-19

“Selasa barangkali saya tuntaskan, Minggu ini saya selesaikan aturan tentang bantuan sosial. Kami kumpulkan (anggaran) untuk melakukan penghematan guna membantu masyarakat yang terkena pandemi covid-19,” kata Danny Pomanto, Minggu (25/7).

Pembagian sembako tersebut bakal disalurkan melalui pendataan dengan sistem QR code. Detektor covid-19 dan Satpol PP akan bertugas secara langsung mengantarkan paket ke rumah masyarakat.

“Kita antarkan biar tidak ada lagi kerumunan. Insyaallah minggu depan rampung registrasinya dan siapa-siapa yang menerima, terkhusus yang tidak mampu dan terpapar covid-19,” ucapnya.
Selain itu, Danny mengatakan sudah ada beberapa perusahaan yang mengiyakan akan terlibat dalam memberikan bantuan sosial ke masyarakat. “Selasa ini saya tuntaskan dan umumkan, setelah itu kita jalan,” tandasnya.

Siapkan Asrama Haji

PPKM Level 4 atau pembatasan mirip-mirip lockdown (penguncian) diterapkan berdasarkan data-data penyebaran virus covid-19. Makassar dan Tator masuk kategori ini yang diputuskan dalam rapat koordinasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Koordinasi Penerapan PPKM Level IV di Luar Jawa Bali, yang dipimpin Ketua KPC PEN Airlangga Hartarto. Hadir Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Pertemuan digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian secara virtual, Sabtu (24/7).

Dalam pertemuan tersebut, Andi Sudirman melaporkan rencana pemerintah provinsi menyiapkan tempat tidur untuk pelaksanaan isolasi bagi yang bergejala maupun juga untuk ICU. “Ada ribuan kamar kami siapkan. Termasuk ruang isolasi di rumah sakit untuk pencadangan yang bergejala dan juga untuk yang ICU nantinya. Harapan kami dengan pencadangan ini nanti akan terkontrol oleh rumah sakit,” jelasnya.

Dikatakan, untuk pencadangan tempat tidur bagi pasien bergejala, pihaknya menyiapkan asrama haji dan juga Rumah Sakit Sayang Rakyat untuk extended rooms, yang akan berada di bawah kendali langsung tujuh rumah sakit milik Pemprov Sulsel.

Pencadangan berupa tempat tidur untuk pelaksanaan isolasi dan ICU tersebut dipersiapkan jika Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit milik pemerintah provinsi telah mencapai 75 persen.
“Asrama haji ini kami blok per rumah sakit untuk penanggung jawab setiap gedungnya, sehingga ada tujuh rumah sakit kami di bawah kendali provinsi akan terbagi di gedung gedung ini. Jadi extended roomsnya akan berada di bawah kendali rumah sakit sebagai penambahan ketikan mencapai BOR 75 persen,” terangnya.

Tak hanya melaporkan kesiapan pencadangan TT, Andi Sudirman juga menyampaikan program penanganan covid di Sulsel melalui program Kebut Vaksinasi yang terus digalakkan Pemprov Sulsel dalam beberapa waktu lalu.

“Kami punya program Kebut Vaksinasi di Sulawesi Selatan. Ini dalam rangka mengejar target-target vaksin, terutama di wilayah aglomerasi sebagai area penyebaran episentrum covid dan juga tentu di wilayah-wilayah perkotaan di kabupaten/kota,” terangnya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi, Sudirman menyampaikan telah menggalang bantuan dari beberapa pihak, organisasi, maupun komunitas untuk bergabung. Termasuk pelaksanan isolasi bagi para penderita covid di Sulsel, yang tetap di bawah kendali dari satgas penanganan covid-19 Sulsel sebagai leader.

Ia juga menyampaikan kesiapan logistik di Sulsel yang cukup aman dengan terpenuhinya stok hasil pertanian di gudang Bulog. Bahkan dititipkan di tempat penggilingan padi milik petani. (bkm/jm)

 

  • Dipublish : 26 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami