Predator Seks Anak Kini Bakal Dipasang Gelang Deteksi Elektronik

ILUSTRASI predator anak. (Dok.JawaPos.com)
ILUSTRASI predator anak. (Dok.JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Jakarta – Pelaku kekerasan seksual terhadap anak, ke depan bakal dipasangi alat pendeteksi elektronik berbentuk gelang atau benda sejenis lainnya. Pemasangan benda tersebut dilakukan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak yang ditandatangani pada 7 Desember 2020.

“Tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronikdan rehabilitasi dikenakan terhadap Pelaku Perbuatan Cabul berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” demikian bunyi Pasal 2 Ayat 2 dikutip dalam PP 70/2020, Minggu (3/1).

Dalam Pasal 14 dijelaskan, tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik dapat dikenakan kepada pelaku Persetubuhan dan pelaku Perbuatan Cabul.

“Tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik dilakukan segera setelah pelaku sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) menjalani pidana pokok. (3) Tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik kepada pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan paling lama 2 (dua) tahun,” sebagaimana bunyi pasal tersebut.

Kemudian, dalam Pasal 2 Ayat 1 menjelaskan, tindakan kebiri kimia merupakan tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik dan rehabilitasi dikenakan terhadap pelaku persetubuhan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronikdan rehabilitasi dikenakan terhadap Pelaku Perbuatan Cabul berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” demikian bunyi Pasal 2 Ayat 2.

Berdasarkan bunyi Pasal 5, tindakan kebiri Kimia dikenakan untuk jangka waktu paling lama dua tahun.

“Pendanaan pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, pemasangan alat pendeteksi elektronik, rehabilitasi, dan pengumuman identitas Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak bersumber dari, anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah; dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan,” sebagaimana tertulis dalam Pasal 23. (jawapos.com)

  • Dipublish : 4 Januari 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami