Presiden Jokowi Pastikan Persediaan Beras Aman

MENGECEK STOK: Presiden Joko Widodo di kompleks pergudangan Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin (21/7). (SETPRES)
MENGECEK STOK: Presiden Joko Widodo di kompleks pergudangan Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin (21/7). (SETPRES)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Presiden Joko Widodo memastikan stok beras nasional mencukupi. Termasuk untuk disalurkan pada program bantuan beras bagi masyarakat terdampak pandemi. Itu disampaikan presiden setelah mengunjungi gudang milik Badan Urusan Logistik (Bulog) kemarin (21/7).

“Saya ingin memastikan bahwa stok nasional untuk beras itu cukup,” tutur Jokowi di kompleks pergudangan di Jakarta Utara.

Menurut laporan dari Bulog, stok beras mencapai 1.373.000 ton.

Dalam peninjauan kemarin, Presiden Jokowi hendak mengecek penyaluran program bantuan beras bagi masyarakat. Proses penyaluran bantuan beras oleh Bulog dimulai sejak Jumat (16/7). Bantuan ditujukan untuk seluruh provinsi di Indonesia. ’’Jadi, ini terus berjalan. Sudah dimulai dan akan terus berjalan,’’ ungkapnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu berharap, program bantuan beras tersebut bisa membantu masyarakat. Terutama dalam masa penerapan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Bantuan beras itu juga turut melengkapi sejumlah bantuan sosial lain yang diberikan pemerintah guna memberikan jaminan dan perlindungan sosial bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. ’’Selain (bantuan) beras ini, ada subsidi listrik, bantuan sosial tunai, BLT desa, kemudian subsidi untuk internet, PKH (program keluarga harapan, Red), dan lain-lainnya,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan beras sebanyak 5 kilogram untuk pekerja sektor informal di Jawa dan Bali. Kemensos menyiapkan 2.010 ton beras. ’’Data penerima bantuan ini dari pemerintah daerah,’’ kata Mensos Tri Rismaharini.

Selain bekerja di sektor informal, penerima harus memenuhi syarat lain. Mereka tidak boleh menerima PKH, bantuan pangan nontunai atau kartu sembako, dan bantuan sosial tunai. ’’Penyalurannya dari unsur dinas sosial atau pemda,’’ jelas dia.

Yang disalurkan dari Bulog, menurut Risma, adalah untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) PKH dan 10 juta KPM BST. Masing-masing akan menerima 10 kg beras. ’’Kemensos mengirimkan data penerima kepada Kementerian Keuangan. Bulog yang menyalurkan,’’ katanya.

PKH tahap ketiga disalurkan Juli. Begitu juga BST. Lalu, 18,8 juta KPM BPNT atau kartu sembako mendapat tambahan dua bulan di samping 12 bulan yang sudah dianggarkan. ’’Diharapkan daya beli masyarakat meningkat,’’ ujarnya. (jpc/jm)

  • Dipublish : 22 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami