Presiden Umumkan 2 WNI Positif Virus Korona, BEI Tenangkan Pasar

ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka menyampaikan informasi bahwa sudah ada dua orang di Indonesia yang positif terinfeksi virus korona. Mereka adalah seorang ibu dan anak yang masing-masing berusia 64 tahun dan 31 tahun.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi mengimbau agar para investor pasar modal tidak panik dalam menyikapi kasus ini. Dia yakin, meskipun terdapat sentimen negatif yang menyelimuti perekonomian secara global, investor di pasar keuangan tetap melakukan investasi berdasarkan analisis yang mendalam.

Inarno menyampikan, pihaknya terus berupaya untuk memperkuat peran anggota bursa melalui penguatan pengawasan pasar, penyediaan produk pasar, dan pengaturan perdagangan yang kondusif. “Kami terus berkoordinasi. Tadi pagi dengan regulator seperti OJK, Bank Indonesia dan juga Kementerian Keuangan,” ujarnya di gedung BEI Jakarta, Senin (2/3).

Ia menyebut, akibat meluasnya virus korona, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga akhir Februari minus 13,44 persen atau berada di level 5.452,704. Namun, kata dia, penurunan juga dialami oleh seluruh bursa utama di berbagai negara. Khususnya yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari atau sama dengan USD 100 miliar, termasuk bursa-bursa di ASEAN.

Adapun penurunan tertinggi dialami Thailand dengan penurunan hingga Februari (ytd) sebesar minus 15,03 persen. Berturut-turut yaitu Indonesia, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Singapura dengan penurunan 13,44 persen, 13,15 persen, 8,2 persen, 6,68 persen, dan 6,57 persen.

Sementara, penurunan pada minggu terakhir bulan Februari 2020 menjadi penyumbang terbesar penurunan indeks pada bursa utama dunia maupun bursa-bursa di ASEAN. Penurunan tertinggi dialami oleh Filipina sebesar 7,9 persen, disusul Indonesia, Vietnam, Singapura, dan Malaysia dengan penurunan mingguan 7,3 persen, 5,45 persen, 5,34 persen, dan 3,17 persen. (jp)

  • Dipublish : 2 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami