Pria Berdarah Bugis Ini Sabet CEO Terbaik Indonesia

Mohammad Mirdal Akib (ist)
Mohammad Mirdal Akib (ist)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id — Namanya Mohammad Mirdal Akib, ia merupakan pria berdarah Bugis. Baru-baru ini ia mengharumkan nama Sulsel di kancah nasional.

Mirdal menyabet kategori Best CEO Indonesia versi Majalah SWA 2022.

Di tangan CEO muda yang lahir 7 Agustus 1976 ini, ia sebagai CEO Media Group.

Mirdal memiliki visi, selalu menjadi nomor satu dalam membangun ekosistem perusahaan berskala global.

“Saya mau perusahaan yang saya bangun berdampak positif bagi semua stake holder atau pemangku kepentingan,” ucapnya.

Mirdal mengatakan, langkah yang ia ambil tentu dilakukan secara terukur. Karena itu, pada tahun 2022 ini, diharapkan unit-unit usaha yang ada semakin maju dan tumbuh lebih besar.

Mirdal mengatakan, penghargaan Indonesia Best CEO 2021 ini menjadi motivasinya untuk terus bekerja dengan baik dan meraih prestasi yang lebih baik lagi dimasa mendatang.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, termasuk semua karyawan yang telah mendukung dan turut berpartisipasi memajukan perusahaan,” ucap pria yang pernah bersekolah di SMP Negeri 6 Makassar ini.

Ditanya soal mengapa ia bisa dipilih menjadi salau satu Best CEO, Mirdad mengatakan ada beberapa kriteria yang dipilih. Ia mewakili CEO Media.

Mirdad mengaku jika dianggap ia bersama tim berhasil membawa perusahaan bisa melewati krisis ekonomi yang sekarang. Itu salah satu parameternya.

Dalam ajang penghargaan tersebut, ada 13 chief executive officer (CEO) dari berbagai industri yang juga diberikan penghargaan.

Seperti perbankan, fast-moving consumer goods (FMCG), badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, hingga telekomunikasi.

“Saya beruntung karena seluruh karyawan punya pemahaman yang sama, bahwa pandemi ini tidak boleh hanya dilihat sebagai sebuah ujian tetapi bagaimana kita balik menjadi anugerah. Ini yang juga membuat kami menang,” ucapnya.

Untuk itu kata Mirdad saat ini ia menanamkan kepada semua karyawan tak boleh menyerah, keadaan harus di siasati. Kalau menyerah, semua cuma akan jadi ahli drama korea, jadi ahli Tik Tok, dan cuma akan jadi ahli Instagram.

“Intinya kita meningkatkan kapasitas dari setiap karyawan, harus bisa mengerjakan semua termasuk mengejar tar-target yang ada. Walau pun di rumah,” ucapnya.

Saat ini Mirdad mengaku harus melakukaninovasi. Apalagi saat ini mengalami krisis, bangun tidur harus mulai merasa bahwa setiap hari adalah krisis.

“Kalau itu kita taruh dalam kepala maka mau sebarat apa pun kita akan lewati. Tantangannya ke depan adalah bagaimana orang- orang merasa kalau dimana ia bekerja itu adalah kepunyaannya. Jadi ia bisa menjaga itu,” ucapnya.

Misal di media siapa yang bertahan? Yang bertahan adalah kontennya paling bagus, yang paling efektif dan paling benar, karena banyak sekali yang tidak benar. Karena semua mencari yang benar.(wis)

  • Dipublish : 18 Februari 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami