Pria Riau Edarkan Uang Palsu di Gowa, Pakai Kertas HVS

Ilustrasi Uang Palsu
Ilustrasi Uang Palsu
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – HH (28), seorang pemuda yang diketahui berasal dari Riau ditangkap pihak Kepolisian Resort (Polres) Gowa. Pemuda ini ditangkap karena mengedarkan uang palsu (Upal). Aksinya terungkap saat HH melakukan transaksi di sebuah agen Brilink di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Awal penangkapan ketika HH baru saja mentransfer uang sebanyak Rp1.000.000 ke rekening pelaku sendiri. Paska transaksi, pemilik Brilink curiga atas uang yang dimiliki pelaku. Setelah diteliti dan diperiksa ternyata uang yang disetorkan pelaku dicurigai uang palsu. Kemudian pemilik Brilink pun mengamankan terduga pelaku lalu melaporkan ke pihak kepolisian.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, saat merilis kasus upal ini, Jumat siang (8/10) di koridor Mapolres Gowa, mengatakan, dari hasil interogasi penyidik terhadap pelaku diketahui bahwa uang tersebut dicetak di wilayah Makassar di sebuah rumah kos milik rekan pelaku pada Kamis 23 September 2021 sekitar jam 19.00 Wita.

”Pelaku menjelaskan, ia mendapatkan ilmu mencetak uang palsu melalui media sosial. Setelah mengetahui cara mencetak lalu pelaku membeli printer dan kertas HVS. Selanjutnya, aksi pencetakan dimulai,” jelas AKP Mangatas Tambunan.

Disebutkan, pelaku mencetak uang palsu selama lima jam pada Kamis 23 September 2021 lalu. HH mencetak lembaran uang pecahan seratus ribu rupiah itu mulai pukul 19.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita.

Tonton Juga: 

Pelaku mencetak uang kertas itu sebanyak 60 lembar. Kemudian pada Sabtu 25 September 2021 pelaku mulai mengedarkan di berbagai warung tradisional dengan cara membeli berbagai kebutuhan dengan harapan agar uang palsu yang dikuasainya dapat bertukar menjadi uang asli.

Pada Minggu, 26 September 2021, pelaku berkunjung ke rumah rekannya dan melihat sebuah Brilink di Pattallassang. HH lalu memanfaatkan kesempatan dengan melakukan transfer uang sebesar Rp1.000.000 ke rekening pribadinya.

Disebutkan, motif pelaku melakukan aksi karena desakan hidup di rantau. Kini pelaku telah ditahan dan dijerat dengan Pasal 36 ayat (1) dan (3) Undang-undang Republik Indonesia No 7 tahun 2011 tentang mata uang jo Pasal 244 KUHP. Ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffarudin Pulungan, mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada dengan peredaran Upal. Dan bagi yang mengetahui adanya aksi serupa untuk sesegera mungkin melaporkan kepada pihak kepolisian agar hal ini dapat segera diantisipasi.

”Pelaku upal ini akan kami lakukan tindakan tegas,” ujar Kapolres Gowa. (bkm/jm)

  • Dipublish : 11 Oktober 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami