Produsen Hoax Pelintir Alasan Penggantian Nama Tol Layang Japek

FOTO : Issak Ramdhani / fin.co.id
FOTO : Issak Ramdhani / fin.co.id
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JARINGAN MEDIA – Penggantian nama jalan tol layang Jakarta–Cikampek (Japek) menjadi tol layang Mohamed bin Zayed langsung ditunggangi kabar palsu. Produsen hoax memanfaatkan momen untuk menyebar kabar bahwa tol Japek telah dijual. Agar lebih meyakinkan, kabar itu disertai capture berita dari portal kompas.com tentang Waskita yang berharap pada penjualan sembilan jalan tol.

”Tol japek ganti nama Sheikh Mohammed bin Zayed alias dijual,” begitu komentar yang dibagikan ulang akun Facebook Misdun Ariijun Syadzan. Komentar itu menanggapi berita dari portal bisnis.tempo.co tentang penggantian nama tol layang Japek.

Lalu, akun Facebook Yanto To membagikan ulang kabar itu pada 12 April 2021 dengan komentar tak kalah menghasut. ”Ternyata cebong gak pernah lewat jln tol tapi banggain jln tol,” begitu komentarnya (bit.do/JapekDijual).

Mengutip pemberitaan jawapos.com, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan bahwa latar belakang penggantian nama jalan tersebut adalah upaya memperkuat diplomasi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) yang terjalin lebih dari 45 tahun sejak 1976.

”Antara dua negara dan bangsa ini makin lama makin akrab, baik sosial budaya maupun ekonomi. Di bidang ekonomi, investasi UEA terbesar di Indonesia, termasuk di pembangunan infrastruktur dan dukungan Sovereign Wealth Fund (SWF) yang dibentuk beberapa waktu lalu,” jelasnya. Anda dapat membacanya di bit.do/PerkuatDiplomatik

Di Abu Dhabi, nama Presiden Joko Widodo juga diabadikan sebagai nama jalan. Peresmiannya berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2020, oleh Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan, anggota sekaligus chairman Abu Dhabi Executive Office.

Jalan Presiden Joko Widodo terletak di salah satu ruas jalan utama yang membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dan embassy area. Kawasan itu juga ditempati sejumlah kantor perwakilan diplomatik. Sebelumnya, nama jalan tersebut adalah Al Ma’arid Street (bahasa Indonesia artinya pameran) yang menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra.

Anda dapat membacanya di bit.do/NamaJokowi.

FAKTA

Penggantian nama tol layang Jakarta–Cikampek dilatarbelakangi upaya memperkuat diplomasi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Nama Presiden Joko Widodo juga diabadikan sebagai nama jalan di UEA. (jm/jawapos)

  • Dipublish : 17 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami