Produsen Snack Ilegal Beromzet Miliaran Rupiah Per Bulan Diamankan Polisi

ILEGAL: Petugas menunjukkan barang bukti makanan ringan tanpa ijin yang diamankan di Jalan Zamhuri, Surabaya, Selasa (10/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SURABAYA,- Unit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Satreskrim Polrestabes Surabaya menggerebek produsen makanan ringan (snack) yang ditengarai tak memiliki izin edar untuk menjualnya. Produsen atas nama PT USJ itu berlokasi di Jalan Zamhuri, Rungkut, Surabaya.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi mengamankan beberapa sampel bahan makanan ringan tersebut untuk diteliti di BPOM Surabaya.

Kanit Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Teguh Setiawan mengatakan, pengungkapan ini berdasarkan laporan dari masyarakat.

SETAHUN BEROPERASI: Petugas menunjukkan barang bukti makanan ringan tanpa ijin yang diamankan di Jalan Zamhuri, Surabaya, Selasa (10/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

 

“Kami dapat informasi ada beberapa panganan atau makanan ringan yang banyak dikonsumsi anak-anak tanpa izin edar. Kemudian setelah kami melakukan penyelidikan dengan pengecekan di lapangan memang ada produksi makanan beberapa merek yang belum dilengkapi izin,” katanya.

Teguh mengatakan, produksi dan peredaran makanan ringan ilegal ini sangat berbahaya. Pasalnya, snack tanpa izin edar itu banyak dikonsumsi anak-anak di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Terdapat beberapa merek snack yang tidak memiliki izin edar. Bahkan izin dari beberapa merek makanan ini baru diurus saat polisi pertama kali melakukan penyelidikan pada Agustus lalu.

“Ada beberapa merek yang baru diajukan perizinannya oleh produsen saat awal kami menyelidiki. Di sini ada beberapa merek, yaitu Raja Kong, Idola Belang, Gopek dan Gocheng,” jelas Teguh.

Ia mengungkapkan, sebelum diedarkan, suatu produk haruslah memiliki izin dari BPOM untuk mengetahui makanan itu layak konsumsi atau tidak. BPOM akan memeriksa bahan-bahannya, bumbu-bumbunya, apakah aman untuk dikonsumsi manusia. Jika tidak, maka dilarang dijual atau diedarkan ke masyarakat.

Ia menyampaikan, produksi makanan ringan itu sudah beroperasi selama satu tahun. Omzet yang diraih cukup menggiurkan yakni mencapi Rp 1,5 miliar per bulan.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi telah memeriksa beberapa saksi dari PT USJ. Di antaranya direktur, komisaris dan beberapa pegawai.

Parahnya selain tidak memiliki izin edar, PT USJ juga diduga melakukan pelanggaran lain yakni terkait pengolahan limbah B3. “Dibuang ke mana limbahnya masih kita selidiki,” katanya.

Polisi menjerat dengan Pasal 142 UU RI No 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan/atau Pasal 59 UU RI No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juncto Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengolahan Limbah B3. (jpr)

 

Sumber: radarsurabaya.jawapos.com

  • Dipublish : 11 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami