Program Vaksinasi di Sektor Industri Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Sampai 80 Persen

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, bahwa berdasarkan monitoring pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di sektor industri terkait vaksinasi terhadap tenaga kerja dalam jumlah besar di sebuah perusahaan menurunkan risiko penularan Covid-19 sampai 80 persen.

“Sebagai gambaran, pekerja di perusahaan yang belum divaksin memiliki risiko tertular hingga 35 persen. Sedangkan bila sudah vaksin, risiko tertular bisa ditekan hingga menjadi sekitar 7 persen,” kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/9/2021).

Putu menuturkan, operasional sektor industri berperan strategis dalam mengakselerasi program pemulihan ekonomi nasional dan penanganan pandemi Covid-19. Untuk itu, kedua langkah kebijakan tersebut harus sejalan, dengan salah satunya melalui pelaksanaan prokes yang ketat di sektor industri.

“Sehubungan dengan telah diterbitkannya SE Menperin 5/2021, kami juga mengapresiasi PG Trangkil karena telah menyampaikan laporan IOMKI secara rutin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 5 tahun 2021 tentang Perubahan atas SE Menperin 3/2021 tentang IOMKI pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

Adapun PG Trangkil di Pati, Jateng menjaring lebih dari 1.100 akseptor, yang melibatkan para karyawan, mitra petani, dan masyarakat sekitar perusahaannya. Menurut Putu, pelaku industri di Indonesia telah banyak belajar dari pengalamannya menghadapi dampak pandemi Covid-19.

“Kami melihat learning curve di sektor industri mengalami kemajuan yang luar biasa. Bahkan, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang berhasil dalam upaya pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi,” ucap Putu Juli.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, pada kuartal II tahun 2021, kinerja industri pengolahan nonmigas meningkat cukup signifikan sebesar 6,91 persen, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07 persen.

Sektor manufaktur juga memberi kontribusi mencapai 17,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yang lebih tinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 13 September 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami