PSM Makassar vs Kaya FC: Laga Sulit Juku Eja

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – PSM Makassar bakal melanjutkan kiprahnya di babak penyisihan Grup H Piala AFC 2020. Ya, tim berjuluk Juku Eja itu bakal menghadapi Kaya Iloilo FC. Duel antara PSM kontra tim asal Filipina itu bakal dihelat di Stadion Madya, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (10/03) sore ini.

Duel itu akan terasa sulit bagi PSM. Sebab, tim kebanggaan masyarakat Makassar itu dipastikan tidak akan diperkuat oleh para pemain bintangnya. Seperti, Wiljan Pluim, Ezra Walian karena maasalah paspor serta Irsyad Maulana, Rizky Pellu dan Firza Andika akibat cedera. “Pertandingan nanti, menjadi laga yang sulit untuk kami. Karena kami memiliki beberapa pemain yang tidak bisa dimainkan. Seperti, yang terkena hukuman Wiljam Pluim dan Ezra Walian karena masalah Paspor. Ada juga beberapa pemain yang cedera,” ucap pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak dalam jumpa wartawan di Jakarta, Senin (9/3) kemarin.

Selain absennya beberapa pemain penting, PSM juga dipusingkan dengan kondisi fisik pemain. Ya, PSM harus melakoni empat laga dalam waktu yang cukup berdekatan. Selain, bermain di Piala AFC, beberapa hari lalu PSM baru saja bertanding melawan Persita Tangerang dalam lanjutan Liga 1 2020. “Pertandingan nanti juga akan sangat sulit bagi kita. Karena empat pertandingan harus kita jalani dalam waktu 12 hari dan ini jadwal yang keras buat kami. Ada juga beberapa pemain yang tidak bisa bermain. Namun, untuk laga nanti saya sudah pikirkan siapa yang akan dimainkan,” tegas mantan pelatih Timnas U-19 Malaysia tersebut.

Oleh sebab itu, Bojan menginginkan anak asuhnya bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam lag nanti. Ia meminta agar timnya mengurangi kesalahan yang tak perlu dilakukan. “Kaya FC tidak memiliki pemain bintang dalam tim. Namun, mereka (Kaya FC, red) merupakan tim yang cukup kompak dan selalu bekerja keras. Pemain mereka juga selalu mencoba untuk memainkan pressing tinggi di pertahanan lawan,” jelasnya.

Kesulitan bagi PSM kian bertambah lantaran mereka tidak akan didukung oleh pendukungnya dalam laga tersebut. Hal itu menyusul pencabutan izin keramaian dari Pemprov DKI Jakarta terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19. Tentu saja, hal tersebut sangat merugikan PSM utamanya dalam hal finansial di mana panpel dipastikan tak akan meraup keuntungan sepeser pun. Begitupun dengan para pemain yang sangat membutuhkan dukungan penonton sebagai motivasi dalam berlaga. “Perihal virus corona yang sudah masuk ke Indonesia, khususnya Jakarta, pada MCM (Match Coordination Meeting) tadi ditetapkan bahwa laga tanpa penonton,” ujar Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim.

Menanggapi itu semua, Striker PSM, Ferdinand Sinaga menegaskan bahwa dirinya dan rekan setimnya tidak ternggangu. Ia mengatakan, semua pemain dalam kondisi siap meski pertandingan digelar tanpa penonton sekalipun. “Kami semua pemain sudah siap. Bagi kami pemain, bermain dimanapun siap yang penting itu tetap di lapangan sepak bola. Kami sudah menyiapkan mental untuk pertandingan besok. Kami akan mengikuti instruksi dari pelatih untuk memberikan yang terbaik dalam pertandingan,” jelas Ferdinand.

Sementara itu, kebahagian terpancar dari pelatih kaya FC, Oliver Colina terkait absennya beberapa pemain bintang PSM salah satunya sang kapten, Willem Jan Pluim. Meski demikian, Colina enggan menganggap remeh PSM. Menurutnya, PSM memiliki pemain lain yang memiliki kualitas cukup baik. “Pluim itu pemain yang sangat bagus dan sangat berpengaruh bagi tim. Kami merasa senang dia absen. Namun, PSM memiliki pemain bagus lainnya, pemain asing mereka juga cukup berkualitas. Apalagi kami bermain di kandang mereka (PSM, red),” ujar pria yang akrab disapa Bingbing Colina itu.

Hal serupa juga diungkapkan bek Kaya FC Simone Rota. Ia menganggap PSM adalah tim yang kuat meski tak diperkuat beberapa pemain bintangnya. “Mereka tim kuat. Pastinya mereka juga telah mempersiapkan diri untuk laga kali ini,” katanya.

Untuk diketahui, PSM Makassar harus bisa memaksimalkan tiga poin kandang dalam pertandingan yang digelar tanpa penonton itu. Pasalnya, tim berjulukan Juku Eja itu saat ini masih berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup H Piala AFC 2020.

Juara Piala Indonesia 2019 itu baru mengumpulkan tiga poin dari dua pertandingan yang sudah dilakoninya. Berbeda dengan Kaya FC, dari dua pertandingan yang dimainkan mereka belum kekalahan dan menempati peringkat pertama klasemen dengan raihan empat poin. (fin/tgr)

  • Dipublish : 11 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami