PT Pertamina Punya 142 Anak Perusahaan, Ini Reaksi Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir heran Pertamina punya 142 anak perusahaan. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com
Menteri BUMN Erick Thohir heran Pertamina punya 142 anak perusahaan. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mengaku heran dengan jumlah anak usaha PT Pertamina (Persero) yang mencapai 142 perusahaan.

Erick meminta jajaran direksi dan komisaris Pertamina untuk memeriksa dan memetakan sektor usaha dari 142 anak perusahaan itu.

“Saya minta juga untuk komisaris utama dan direksi utama Pertamina untuk rapat Bulan Januari 2019. Saya minta ‘mapping’ (memetakan) 142 perusahaan ini usahanya apa?,” ujar Erick ditemui di Kantor Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta, Jumat (13/12).

Erick juga memastikan akan memeriksa kondisi keuangan dari 142 anak perusahaan Pertamina itu. Dia ingin memastikan ratusan anak perusahaan ini tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi oknum di Pertamina.

“Terus gimana kesehatan perusahaannya? Saya juga tidak mau nanti ternyata, mohon maaf, 142 perusahaan ini hanya oknum-oknum yang akhirnya gerogoti Pertamina. Ini sudah saya minta laporan dari dirut dan komut,” ujar dia.

Sebelumnya, Erick menyatakan ingin “bersih-bersih” BUMN agar memiliki tata kelola yang baik dan mampu menerapkan efisiensi bisnis.

Selain anak usaha Pertamina, Erick sudah memiliki rencana untuk memeriksa bisnis-bisnis sampingan yang dimiliki oleh BUMN. Misalnya, mengenai BUMN yang banyak memiliki anak usaha di bidang perhotelan. Total hingga kini, ada 85 hotel yang dimiliki BUMN.

Ke depannya, bisnis-bisnis di luar bisnis inti perusahaan BUMN bakal dilebur sehingga perusahaan yang bersangkutan bisa kembali menjalankan bisnis sesuai dengan inti bisnis yang mereka miliki. (antara/jpnn)

 

  • Dipublish : 13 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami