Pulang dari Luar Negeri, Wajib Karantina atau Tidak?

ILUSTRASI. Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal Kapal Pesiar MV Dream Explorer tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (29/4). (Fedrik Tarigan/Jawapos)
ILUSTRASI. Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal Kapal Pesiar MV Dream Explorer tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (29/4). (Fedrik Tarigan/Jawapos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Gugus Tugas Nasional mengeluarkan surat edaran baru. Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tersebut berisi aturan dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Tujuan regulasi ini yakni meningkatkan penerapan protokol kesehatan dalam kebiasaan baru dan meningkatkan pencegahan penyebaran Covid-19. Sehingga, tercipta kehidupan aman dan produktif.

Dalam surat edaran tersebut, perjalanan didefinisikan sebagai pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lain berdasarkan batas wilayah administrasi provinsi, kabupaten dan kota, dan kedatangan orang dari luar negeri memasuki wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum darat, perkeretaapian, laut dan udara.

Surat edaran ini menetapkan empat kriteria dan syarat dalam seseorang melakukan perjalanan. Kriteria paling utama yaitu menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan. Langkah yang harus dilakukan yaitu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Sementara, surat edaran menteri kesehatan terkait penanganan kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) terdapat serangkaian langkah-langkah penanganan di bandara Soekarno Hatta dan Bandar Udara Juanda. Pertama, WNI yang membawa sertifikat kesehatan hasil pemerikasaan Covid-19 negatif.

Meskipun demikian, tetap dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan kecuali Rapid Test atau PCR. Jika tidak ditemukan penyakit dan atau faktor risiko pada pemeriksaan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menerbitkan klirens kesehatan dan Health Aleft Card (HAC) kepada yang bersangkutan.

Orang yang melakukan perjalanan dapat melanjutkan perjalanannya ke daerah asal atau tujuan dengan membawa surat jalan dari pihak Satgas Penanganan Covid-19. Mereka juga harus selalu menerapkan protokol kesehatan, termasuk memakai masker selama perjalanan.

Tak hanya itu, mereka juga harus melakukan karantina mandiri di rumah tempat tinggal masing-masing selama 14 hari. Kemudian, menerapkan phyisical distancing, memakai masker, dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Di sisi lain, WNI yang pulang dari luar negeri akan diperiksa kesehatannya tambahan termasuk menjalani Rapid rest dan/atau PCR jika tidak membawa sertifikat kesehatan. Atau, mereka membawa sertifikat kesehatan tetapi masa berlakunya lebih dari 7 hari.

Atau, mereka membawa surat kesehatan tetapi tidak membuktikan hasil pemeriksaan PCR negatif Covid-19. Apabila dapat dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksan PCR di pintu masuk, WNI dapat menunggu sementara di tempat fasilitas karantina yang disiapkan sampai hasil pemeriksaan keluar.

Bagi WNI yang hasil PCRnya negatif Covid-19 dan tidak ditemukan penyakit dan atau faktor risiko pada pemeriksaan kesehatan, maka diberikan klirens kesehatan oleh petugas kesehatan di fasilitas karantina. Mereka juga akan membawa Heatth Ateft Card (HAC) yang sudah diberikan di pintu masuk.

Setelah itu, barulah mereka bisa melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan dengan membawa surat jalan dari Satgas penanganan Covid-19. WNI bersangkutan wajib menerapkan protokol kesehatan termasuk memakai masker selama perjalanan.

Perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan dapat difasilitasi oleh pemerintah. Mereka juga wajib melakukan karantina mandiri di rumah masing_masing selama 14 hari, menerapkan phyisical distancing, memakai masker, dan menerapkan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Klirens kesehatan yang didapat dari KKP kemudian diserahkan kepada RT/RW setempat. Selanjutnya, dokumen tersebut diteruskan ke Puskesmas setempat agar dilakukan pemantauan selama masa karantina mandiri di rumah. (jp)

  • Dipublish : 10 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami