Pulang dari Malaysia, Puluhan PMI di KLU Harus Lakukan Isolasi Mandiri

Ilustrasi PMI (dok Jawa Pos)
Ilustrasi PMI (dok Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

TANJUNG,– Sebanyak 46 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan ke Lombok Utara telah dinyatakan negatif covid-19. Meski begitu, mereka tetap diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

“PMI yang dipulangkan ini sudah dilakukan pemeriksaan, dan hasilnya negatif covid-19. Tapi mereka kita minta lakukan isolasi mandiri di rumah masing masing,” ungkap Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker PMPTSP Lombok Utara Furqon, kemarin (14/4).

Para PMI ini sebelumnya bekerja di Malaysia. Sejauh ini darI 46 PMI yang dipulangkan, tidak ada yang bekerja di negara lain selain Malaysia.

Ia mengaku mendapat kabar adanya ribuan PMI asal NTB lainnya yang akan dipulangkan. Namun, berapa jumlah dari Lombok Utara, pihaknya  belum mendapatkan informasi apapun dari provinsi.

“Kita tunggu saja, biasanya kalau ada, kita pasti dapat bocoran,” aku dia.

Furqon mengatakan, jika nanti ada lagi PMI yang dipulangkan ke daerah, pihaknya akan melakukan SOP penanganan covid-19. Termasuk meminta mereka melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Selain itu, kata dia, pemkab juga berencana membangun tempat khusus untuk karantina. Baik itu untuk PMI, maupun warga lainnya yang datang dari luar NTB, terutama daerah yang masuk dalam zona merah.

“Kita sudah rapatkan rencana ini bersama sekda,” ungkap Furqon.

Sementara itu Kadis Kesehatan Lombok Utara dr H Lalu Bahrudin mengatakan, satgas akan langsung menjemput para PMI tersebut. Mereka selanjutnya akan dikarantina di RSUD sementara.

Di RSUD itu, mereka akan ditempatkan sesuai klaster masing-masing. Sehingga ketika ada penyebaran covid-19, penanganannya menjadi lebih mudah.

“Memang SOP untuk warga yang datng dari luar negeri seperti itu,” jelas mantan Direktur RSUD Lombok Utara itu.

Bahrudin mengungkapkan, khusus PMI yang dipulangkan dari Malaysia, pengawasan akan diperketat. Behkan mereka akan dijemput langsung oleh satgas di bandara.

“Harus dijemput supaya mereka tidak kemana-mana. Kita bawa langsung untuk dikarantina,” tandas dia.

Ia menambahkan, sementara ini ruangan di RSUD sementara bisa menampung hingga ratusan orang. (lombokpost.jawapos.com)

  • Dipublish : 15 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami