Pusat Perbelanjaan di Kota Pasuruan Mulai Diserbu, Kendaraan Terparkir di Alun-alun Sampai Membeludak

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

PANGGUNGREJO,– Mendekati momen Lebaran yang kurang dari sepekan, sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Pasuruan mulai ramai dikunjungi pembeli. Keramaian tersebut bahkan terjadi sejak pagi hingga sore hari.

Seperti yang terpantau Jawa Pos Radar Bromo Minggu (17/5). Keramaian terlihat di kawasan sekitar Alun-alun Pasuruan. Sejumlah pusat perbelanjaan terutama kebutuhan sandang, dipadati pengunjung. Bahkan, kawasan alun-alun penuh dan sesak akan kendaraan yang tengah parkir.

Bahkan, lahan parkir yang disediakan oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub) di sisi selatan, hampir tak ada cela. Juru parkir (jukir) pun tampak sibuk mengatur kendaraan yang datang dan pergi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengungkapkan, pihaknya sudah menerima informasi soal membeludaknya pengunjung di pusat perbelanjaan. Tim gabungan dari Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), bersama Dishub pun langsung mengecek pusat perbelanjaan ini. Dia memastikan jika sudah ada pemberlakuan protokoler kesehatan di tempat ini.

SUDAH DICEK: Parkir di kawasan Alun-alun Pasuruan yang ramai. Walau ramai, Satpol PP menyebut pemilik pusat perbelanjaan sudah menerapkan protokoler kesehatan. (Foto: Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

 

Ia menyebut masyarakat yang ingin berbelanja diharuskan untuk menggunakan masker. Jika tidak membawa masker, pengunjung bisa membeli masker yang banyak dijual di kawasan sekitar.

Selain itu, mereka juga diwajibkan untuk melalukan cuci tangan sebelum masuk ke dalam. Dan setiap pengunjung harus menjaga jarak dan tidak berkerumun dalam satu lokasi dengan jumlah banyak.

“Ya betul. Tadi kami sudah menerima laporan jika pusat perbelanjaan di alun-alun ramai pengunjung. Termasuk Sandang Ayu. Kami sudah mengecek dan protokol kesehatan telah diberlakukan kepada para pengunjung yang datang,” ungkapnya.

Yanuar mengaku, pihaknya tidak bisa melarang masyarakat yang datang untuk berbelanja. Namun, ia tetap mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan protokol kesehatan. Jika memang tidak ada hal yang mendesak seperti membeli kebutuhan yang penting, diharapkan masyarakat untuk tetap di rumah dan menjauhi kerumunan agar bisa mengurangi risiko terpapar oleh virus Covid-19.

Menurutnya, pembatasan di pusat perbelanjaan di alun-alun tetap berjalan sesuai rencana. Selain apotek dan toko sembako, mereka harus tutup pada pukul 20.00. Selama ini, pihaknya melihat seluruh pemilik toko sudah mematuhi kebijakan pembatasan ini. Namun, ia berharap agar ke depannya masyarakat juga ikut membantu pemerintah dalam mengurangi risiko penularan Covid-19.

“Alhamdulillah kami lihat sudah mulai baik terkait pembatasan ini. Cuma kami terkadang masih lihat masyarakat yang bandel masih berkerumun. Ini yang tidak boleh. Setelah mendapat yang dimaksud, mohon segera pulang,” sebut Yanuar. (radarbromo.co.id)

  • Dipublish : 18 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami