Ratius, Pemasok Senjata KKB dengan Nilai Transaksi Hampir 1,4 Miliar

KEJAR: Aparat gabungan TNI-Polri saat melakukan penyisiran KKB di sekitar Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, kemarin (4/6). (ANTARA HO-HUMAS SATGAS NEMANGKAWI)
KEJAR: Aparat gabungan TNI-Polri saat melakukan penyisiran KKB di sekitar Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, kemarin (4/6). (ANTARA HO-HUMAS SATGAS NEMANGKAWI)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Satgas Nemangkawi berhasil memutus salah satu jejaring pemasok senjata ke kelompok kriminal bersenjata (KKB). Seorang terduga pemasok senjata bernama Ratius Murib alias Neson Murib ditangkap pada Senin (14/6).

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombespol Iqbal Alqudusy menjelaskan, pelaku diduga telah berkali-kali memasok senjata kepada KKB. ”Yang dijual senjata api dan amunisinya,” paparnya. Nilai transaksi jual beli senjata dari Ratius itu tercatat mencapai hampir Rp 1,4 miliar. Nilai tersebut total uang yang terkirim dan diterima pelaku. ”Tepatnya, Rp 1.393.100.000,” paparnya dalam keterangan tertulis kemarin.

Iqbal menjelaskan, Ratius ditangkap saat melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi udara. Saat itu pelaku transit di Bandara Mulia, Puncak Jaya. ”Pelaku sedang menuju Kabupaten Mimika,” paparnya.

Baca Juga: 15 KKB Papua Ditembak, 4 Tewas

Saat ditangkap, Ratius membawa uang tunai yang cukup besar, yakni Rp 370 juta. Petugas menduga, uang sebanyak itu akan digunakan pelaku untuk membeli senjata api dari seseorang. ”Pendalaman masih dilakukan untuk kasus jual beli senjata ini,” ujarnya. Beberapa hal yang diusut terkait dengan sumber dana dan aktivitas pengiriman uang untuk pembelian senjata.

Dengan senjata dan amunisi yang terbatas, tentu KKB akan kesulitan untuk beraksi. ”Namun, yang paling penting, akan diketahui negara mana saja yang membantu memasok senjata ke KKB,” terangnya. Dengan diketahui negara mana yang memasok senjata, pemerintah bisa memberikan tekanan kepada perwakilan negara tersebut. ”Baik di Jakarta ataupun melalui PBB,” paparnya kepada Jawa Pos (jaringan media group) kemarin.

Baca Juga: 13 Teroris Riau Berperan Menyembunyikan Para DPO

Menurut dia, penting juga menghentikan pasokan dana kepada KKB. Caranya cukup mudah, yakni melihat jalur komunikasi dari KKB, baik via WA maupun telepon. Kemudian, bisa dilacak oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). ”Sangat mudah, kok,” ujarnya.

Dia menegaskan, antara mengejar KKB dan memutus pasokan senjata serta menghentikan pasokan dana harus berimbang. Dengan begitu, penuntasan KKB menjadi lebih efisien. ”Semua jalan harus ditempuh,” katanya. (jpc/jm)

  • Dipublish : 16 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami