Ratusan Jasad Pasien Covid-19 Membusuk di Truk, Rumah Duka Dituntut

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id,– Amerika Serikat benar-benar kewalahan dalam menangani jenazah pasien Covid-19 lantaran jumlah korban meninggal terus bertambah. Saking banyaknya, jenazah-jenazah itu disimpan berhari-hari di dalam sebuah truk sampai membusuk. Penyebabnya, mesin pendingin di truk tersebut mati alias tak berfungsi. Setidaknya ada 100 jenazah di dalam truk dan membusuk.

Tindakan itu dilakukan sebuah rumah duka di Brooklyn. Karena ruangan sudah tak bisa menampung, pihak rumah duka lantas menempatkan jasad-jasad di dalam truk sambil menunggu pemakaman.

Akibatnya, pejabat kesehatan Negara Bagian New York mencabut lisensi pemakaman rumah duka Brooklyn pada Jumat (1/5) setelah menyimpan jenazah di dalam truk sewaan. Komisaris Kesehatan Negara, Howard Zucker mengatakan kantornya sedang melakukan penyelidikan pada rumah duka tersebut setelah polisi menemukan hampir 100 mayat membusuk di dalam dua truk U-Haul yang mesin pendinginnya mati sejak Rabu (29/4).

“Tindakan itu mengerikan, tidak menghormati keluarga almarhum,” sebut Howard Zucker seperti dilansir dari ABC News, Sabtu (2/5).

“Rumah duka memiliki tanggung jawab untuk menangani jenazah seusai kapasitas mereka secara tepat dan memberikan layanan dengan cara yang hormat dan kompeten,” imbuhnya dalam sebuah pernyataan.

Pihak Kepolisian setempat datang ke lokasi pada Rabu (29/4) sore waktu AS setelah warga mengeluhkan bau busuk dari dalam truk. Selain itu, warga juga curiga dari dalam truk mengalir cairan yang tidak wajar. Polisi kemudian menutup jalan dan memindahkan jenazah ke lokasi yang lebih layak.

Direktur pemakaman sebelumnya mengatakan kepada WABC bahwa pihaknya telah kehabisan ruang untuk menyimpan jenazah di dalam fasilitasnya dan tidak memiliki ruang pendingin untuk semua jenazah. Rumah duka dan kamar mayat di seluruh kota itu telah kelebihan kapasitas.

Zucker memahami perjuangan yang dihadapi kamar mayat dan rumah duka selama pandemi. Namun membiarkan jenazah adalah tindakan yang tak bijaksana.

“Itulah sebabnya negara sebelumnya mengeluarkan perintah yang mengizinkan direktur rumah duka negara bagian untuk membantu selama krisis ini dan mengambil langkah-langkah untuk meringankan beban administrasi,” beber Zucker.

Penampakan jasad-jasad pasien Covid-19 yang membusuk di dalam truk (Daily Mail)

Kantor Kejaksaan Distrik Brooklyn juga mengatakan sedang menyelidiki rumah duka tersebut. Pada Jumat pagi (1/5), Brooklyn adalah daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi kedua dan kematian di AS menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins.

Beberapa pemimpin kota menyebut tindakan rumah duka tidak dapat diterima dan menyerukan penyelidikan. Rumah duka di AS merupakan bisnis swasta.

“Mereka memiliki kewajiban kepada orang-orang yang mereka layani untuk memperlakukan korban dengan bermartabat. Saya tidak tahu di dunia bagaimana rumah duka bisa membiarkan ini terjadi,” kata Wali Kota Bill de Blasio.

Seorang warga bernama Alice Gainer mengatakan kepada CBS2 tentang apa yang dilihatnya pada Selasa (28/5). Dia juga mengeluhkan bau busuk yang menyengat. “Bau busuk sangat luar biasa,” katanya.

Kepolisian New York mengatakan Departemen Kesehatan sedang menyelidiki kasus itu. Meskipun tidak ada pelanggaran kriminalitas, rumah duka tersebut bisa diganjar pelanggaran karena kelalaian dalam penyimpanan jenazah yang tidak selayaknya.

“Jika itu ayahku, ibuku, kakakku, adikku, mereka tidak menghormati orang mati. Saya tentu akan merasa sangat sedih,” sesal seorang warga AS bernama John DiPietro. (jp)

  • Dipublish : 2 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami