Ratusan Jemaah Umrah Dipulangkan dari Abu Dhabi-Dubai

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Konsulat Jenderal RI di Dubai mengatakan, sebanyak 213 jemaah umrah asal Indonesia yang tertahan di Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab, akan langsung dipulangkan ke Tanah Air.

Ratusan jemaah itu tak bisa melanjutkan perjalanan ke Jeddah dan Madinah lantaran Arab Saudi memberlakukan larangan umrah kepada seluruh negara untuk sementara waktu, akibat penyebaran virus corona yang melonjak di Timur Tengah.

Konsulat Jenderal RI di Dubai mencatat, total ada 130 jemaah RI dari tiga perusahaan perjalanan berbeda yang tertahan di bandara kota tersebut. Ketiga travel itu yakni Safar Mulia Bandung, Mozaik Jakarta, dan Mutiara Sunnah Bekasi.

Sementara itu, sebanyak 83 jemaah Indonesia yang sedang transit di Abu Dhabi juga ikut tertahan dan tak bisa melanjutkan perjalanan umrah.

“Tim sudah bertemu pihak maskapai Emirates dan menurut supervisor mereka, Mr. Husein, para jemaah itu akan diterbangkan kembali ke Jakarta pada kesempatan pertama,” ucap Pejabat Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KJR Dubai, Yunita Purwaningyas melalui pernyataan resminya, Kamis (27/2).

Yunita menuturkan, para jemaah tengah menjalani proses perubahan jadwal penerbangan agar bisa pulang dalam waktu dekat. Selama menunggu penerbangan, para jamaah akan difasilitasi penginapan hotel.

“Tapi juga saya memperkirakan, jumlah jemaah Indonesia masih bisa berubah, karena sampai saat ini KJRI Dubai masih terus mendata sambil terus berkoordinasi dengan pihak maskapai maupun biro perjalanan,” terangnya.

Sekretaris I KBRI Abu Dhabi, Nur Ibrahim, menambahkan, puluhan jemaah itu berasal dari dua biro perjalanan berbeda. Sebanyak 52 orang terdiri dari jamaah Grup Travel Aryati, sementara 31 lainnya merupakan jamaah Travel Umrah PT. Andiarta Wisata.

“Pejabat KBRI Abu Dhabi telah menemui dan mendampingi rombongan jamaah tersebut. Rencananya, mereka akan dipulangkan kembali ke Indonesia menggunakan penerbangan malam ini,” kata Ibrahim saat dikonfirmasi.

Ibrahim menyebutkan, bahwa para jemaah haji tersebut menggunakan tiket pesawat maskapai yang sama dengan mengubah jadwal penerbangan kepulangan mereka.

Meski begitu, KJRI di Jeddah memastikan bahwa sekitar 200 jemaah Indonesia yang baru tiba di Saudi pada Kamis pagi waktu Saudi masih bisa melanjutkan ibadah umrah.

Dapat disampaikan, aturan penangguhan umrah diberlakukan Kerajaan Arab Saudi sejak Kamis dini hari. Dalam rilisnya, Kementerian Luar Negeri Saudi menuturkan akan melarang sementara warga asing yang ingin masuk ke negaranya dalam rangka ibadah umrah dan mengunjungi Masjid Nabawai di Madinah.

Selain berhenti mengeluarkan visa umrah, Saudi juga menyetop pemberian visa wisata bagi wisatawan asing yang berasal dari negara-negara yang memiliki kasus virus corona. (der/fin)

  • Dipublish : 28 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami