Ratusan Orang Sekampung Jalani Rapid Test di Tulungagung

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedi.co.id,– Satgas Penanggulangan Covid-19 Tulungagung menemukan 12 orang positif terinfeksi virus korona dari uji cepat atau rapid test masal terhadap lebih dari 200 orang warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur, pada Rabu (22/4). Jumlah warga yang positif berdasar rapid test kemungkinan bisa terus bertambah karena pengambilan dan pemeriksaan sampel darah yang dilakukan Satgas Penanggulangan Covid-19 masih akan dilanjutkan hingga Kamis (23/4).

Sekretaris Posko Penanggulangan Covid-19 Tulungagung Didik Eka menyebutkan, sekitar 300 warga ikut rapid test. Dari jumlah itu, lebih dari 200 telah diperiksa dan 12 orang di antaranya positif infeksi virus. ”Ada ratusan warga yang sudah rapid test. Kemarin (Rabu) belum selesai. Hari ini akan dilanjutkan lagi,” kata Didik Eka seperti dilansir dari Antara.

Hasil rapid test belum tentu terkonfirmasi Covid-19. Bisa juga virus atau bakteri lain karena reagen untuk rapid test pada dasarnya hanya mendeteksi ada/tidaknya reaksi kekebalan tubuh saat terinfeksi penyakit menular.

”Biasanya hasil rapid test yang positif akan diikuti hasil swab (laboratoris) yang positif. Minimal 70 sampai 80 persennya kemungkinan (positif). Hasil rapid test akan segera diikuti kebijakan karantina dan dibarengi tindakan swab pertama,” kata Wakil Direktur RSUD dr Iskak Kasil Rokhmad yang ikut terjun memantau jalannya tes cepat tersebut.

Seorang berinisial AM yang menjadi sumber penularan di klaster baru itu merupakan pasien ke-16 Covid-19 di Tulungagung. Dia diduga tertular korona saat menunggui ayahnya yang sakit di RSUD dr Iskak Tulungagung. Belakangan diketahui, ayahnya yang kemudian meninggal dunia karena komplikasi penyakit akibat degenerasi usia, dirawat dengan pasien lain asal Ngadiluwih, Kediri, yang ternyata positif Covid-19.

Dari situ AM diyakini mulai tertular Covid-19. Namun, kata Kasil Rokhmad, yang bersangkutan belum menyadari. Baru pada 6 April, AM merasa sakit dengan gejala Covid-19. Hasil uji laboratorium swab tenggorokan menunjukkan AM positif terinfeksi virus korona.

Sejak itu, tim Epidemologi Dinkes Tulungagung yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 melakukan penelusuran. Pada tracing awal terhadap warga yang ikut acara tahlil meninggalnya ayah AM, kata dia, ditemukan enam positif terinfeksi. Salah satunya adalah AS, paman AM yang juga seorang tokoh agama setempat, serta istrinya, kemudian kakak AM dan kakak iparnya. AS diketahui memimpin tahlil di rumah B, saat istrinya meninggal dunia. (ant/jp/jm)

  • Dipublish : 23 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami