RDMP Pasang Target 360 Ribu Barrel Per Hari

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Sebanyak 1.645 warga lokal Balikpapan terlibat dalam proyek pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur. Kilang yang mampu menghasilkan BBM berstandar Euro V tersebut menargetkan 360 ribu barrel per hari.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) Ignatius Tallulembang mengatakan, pembangunan proyek tersebut sesuai dengan program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategi ekonomi domestik.

Untuk itu, Pertamina melakukan beberapa modifikasi kilang-kilang minyak yang sudah ada (eksisting) dan pembangunan kilang minyak baru. ”Hal ini didorong oleh keinginan Indonesia untuk mendapatkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional. Salah satu proyek Kilang yang mendukung Program tersebut adalah RDMP yang terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur,” kata Ignatius, Jakarta.

“Proyek ini memulai kegiatan Engineering, Procurement dan Construction (EPC) pada bulan Februari tahun 2019. Diharapkan nantinya kilang ini akan meningkatkan produksi dari 260 ribu barrel per hari menjadi 360 ribu barrel per hari,” jelasnya.

Proyek RDMP Balikpapan sudah memasuki tahap konstruksi. Seluruh jumlah pekerja saat ini adalah 3.632 orang menyesuaikan kondisi pekerjaan saat ini. Hingga November 2019, jumlah pekerja lokal Balikpapan sebanyak 1.645 orang atau 45,29 persen dari jumlah keseluruhan yang tersebar di 14 subkontraktor pelaksana proyek.

Sedangkan pekerja luar Balikpapan khususnya Kalimantan Timur jumlah pekerja sebanyak 386 orang atau 10,63 persen dan 1.601 orang pekerja atau 44,08 persen luar Kalimantan. Dari jumlah tersebut, lanjut Ignatius, jumlah pekerja lokal Balikpapan mengalami peningkatan dari sebelumnya pada Oktober 2019 sebanyak 1.551 pekerja.

Ignatius mengatakan, RDMP RU V Balikpapan dan Lawe-Lawe merupakan proyek stratagis nasional yang memiliki multiplier effect, salah satunya adalah meningkatkan perekonomian lokal. Dengan berjalannya proyek ini akan tercipta lapangan kerja yang dimaksudkan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan jumlah pekerja lokal tersebut proyek RDMP RU V proaktif mendukung masyarakat Balikpapan untuk dapat berkontribusi terhadap cita-cita kemandirian energi Indonesia melalui proyek pengembangan kilang Balikpapan hingga beroperasi penuh, sehingga dapat mengurangi impor BBM,” jelasnya.

Multiplier effect yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat dari adanya RDMP V Balikpapan ini yakni serapan tenaga kerja lokal yang sangat banyak, mengurangi nilai impor nasional, TKDN yang akan mencapai 30 persen, meningkatkan kualitas produk dari Euro II menjadi Euro V. “Tujuan diadakannya proyek ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi BBM RU V Balikpapan.

Di samping itu proyek ini juga memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Balikpapan dan sekitarnya berupa Corporate Social Responsibility (CSR) pemberian bantuan sosial di sekitar lingkungan proyek dan penyerapan tenaga kerja lokal,” katanya.

Ignatius menambahkan, proyek strategis nasional RDMP dapat menekan angka pengangguran sebanyak 8.238 di Balikpapan. “Tahun depan prediksi jumlah pencari kerja di Balikpapan akan menurun dengan mengoptimalkan penyerapan dari proyek strategis nasional,” katanya.

Pertamina terus menunjukkan kontribusinya sebagai energi penggerak kemajuan bangsa dengan turut serta menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya SDM yang akan bekerja dalam penyediaan energi nasional. Langkah ini juga merupakan wujud peran BUMN untuk mendukung program pemerintah menciptakan SDM Unggul Indonesia Maju.

Direktur SDM Pertamina Koeshartanto menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, Pertamina sedang mengupayakan berbagai proyek di antaranya pengembangan kilang melalui proyek empat Refinery Development Master Plan (RDM) dan 2 Grass Root Refinery (GRR).

Salah satu tantangan masa depan industri tersebut adalah ketersediaan SDM yang andal. Sebagai penjabaran dari visi pemerintah untuk mewujudkan SDM unggul tersebut, Pertamina sedang mengembangkan sinergi dengan perguruan tinggi vokasi untuk menyiapkan SDM yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor energi.

“Proyek untuk masa depan kemandirian energi nasional ini akan menyerap 172 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, sejak masa konstruksi proyek sampai operasional berjalannya kilang,” ungkapnya.

Koeshartanto menuturkan, dalam pembangunan dan peningkatan kapasitas kilang nasional, Pertamina memprioritaskan sumber daya lokal, baik sumber daya manusia (SDM) maupun konten konstruksi yang digunakan. Hal ini tampak dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dalam proyek ini mencapai rata-rata 35 persen, atau lebih tinggi dari yang disyaratkan pemerintah, yaitu 30 persen.

Sebagai proyek strategis nasional, Pertamina melakukan sejumlah akselerasi yang terintegrasi baik dari sisi penyediaan SDM, proses pengadaan maupun operasional sehingga target pelaksanaan proyek bisa terlaksana lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Upaya menciptakan SDM unggul tersebut mulai diwujudkan melalui kerjasama dengan Univeritas Pertamina dan 5 (lima) Politeknik dan Sekolah Tinggi yakni Politeknik Negeri Balikpapan, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Cilacap, AKAMIGAS Balongan, dan STT Migas Balikpapan.

“Kerjasama ini menjadi momentum bagi Pertamina untuk berkontribusi nyata melahirkan bibit unggul lulusan perguruan tinggi siap kerja di lingkungan industri untuk menjalankan tugas sebagai ujung tombak penggerak masa depan energi nasional,” ujarnya.

Koeshartanto menambahkan, kerjasama yang sedang dikembangkan saat ini akan berlanjut dengan perguruan tinggi di seluruh wilayah operasi Pertamina seperti Plaju, Dumai, Tuban hingga Papua dan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil). “Pertamina harus memastikan SDM yang terlibat dalam proyek strategis ini memiliki kompetensi, agar proyek dapat diselesaikan dengan baik dan lebih cepat,” imbuh Koeshartanto.

Menurutnya, bukan hanya menyiapkan SDM yang berkualitas untuk mendukung proses konstruksi kilang RDMP dan GRR, Pertamina juga sudah memikirkan ketersediaan SDM untuk mengoperasikan kilang melalui kerjasama dengan Universitas Pertamina.

“Kami sudah mengantisipasi penyiapan SDM beberapa tahun ke depan untuk pengisi berbagai skill yang perlukan dalam operasional kilang. Karena hanya dengan SDM yang memiliki standar kompetensi yang tinggi, kita berharap dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi,” pungkasnya.

(dim/fin/ful)

  • Dipublish : 9 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami