Realisasi Biodiesel 2019 Hanya 75 Persen

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ws
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan realisasi pemanfaatan biodiesel sepanjang 2019 tercatat sebesar 75 persen dari target atau 6,26 juta kiloliter (kl).

Realisasi tersebut belum perhitungan penuh sampai akhir tahun. Pihak Kementerian ESDM masih akan melakukan inventarisasi data selama 2019.

Pemanfaatan biodiesel sebesar 75 persen, catatan Kementerian ESDM, terjadi penghematan devisi senilai USD3,35 miliar atau setara Rp48,19 triliun.

Tahun 2020, pemerintah menargetkan produksi biodiesel melalui mandatori B30 sekitar 10 juta kl. Target ini lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 7,37 juta kl.

“B20 di tahun 2019 mencapai 6,26 juta kl, ini prognosis. Kami masih finalkan lagi pada akhir Januari nanti,” katanya di Jakarta, Kamis (9/1).

Menteri Arifin Tasrif menyebut, sejak mandatori diperluas produksi biodiesel terus mengalami peningkatan. Pada 2014, produksi biodiesel sebanyak 3,96 juta kl, setelahnya 2015 1,62 juta kl, 2016 3,65 juta kl, 2017 3,41 juta kl, dan 2018 6,16 juta kl.

Soal pemanfaatan biodiesel, pemerintah terus melakukan terobosan, yakni siap mengembangkan B40. Rencananya, penerapana B40 akan dimulai pada akhir 2020 dan selanjutnya B50 mulai awal 2021.

Sementara itu, beberapa analisis mancanegara memperkirakan harga minyak mentah (Crude Palm Oil/CPO) akan meningkat sekitar 25 ersen hingga 40 persen pada 2020. Kenaikan tersebut dipicu dari program mandatori biodiesel.

Program tersebut, mewajibkan ada campuran minyak sawit sebanyak 20 persen ke Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar alias B20 pada tahun ini. Lalu, berlanjut menjadi 30 persen alias B30 pada tahun depan.

Analis Oil World di Jerman, Thomas Mielke, mengatakan program biodiesel akan membuat kebutuhan minyak sawit di dalam negeri meningkat, sehingga turut mengangkat harga di pasar internasional. Dia memproyeksikan kebutuhan minyak sawit akan naik sekitar 2 juta ton dari 15 juta pada 2019 menjadi 17 juta ton pada 2020.

“Pada 2020, implementasi penuh B30 akan membuat minyak sawit terserap hingga 9,3 juta ton sampai 9,5 juta ton, termasuk untuk ekspor,” kata Mielke.

Senada dengan ielke, Analis dari LMC International dari Inggris, James Fry juga memperkirakan harga minyak sawit di pasar domestik berada di kisaran USD650 per ton pada semester I 2020. Harga sawit bisa menembus USD700 per ton pada semester II 2020.(din/fin)

  • Dipublish : 10 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami