Redam Covid-19, Wisatawan Masuk Bali Wajib Test Antigen, Apa Itu?

Ilustrasi test antigen (dok.radarbali)
Ilustrasi test antigen (dok.radarbali)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

DENPASAR – Untuk mengantisipasi peredaran virus Corona atau Covid-19 di Bali jelang cuti bersama akhir pekan ini, Polda Bali bersama BNPB akan memperketat wisatawan masuk Bali.

Dengan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Gubernur Bali, pengamanan Bali juga dilakukan dengan melakukan tes antigen kepada wisatawan yang hendak masuk Bali. Apa itu test antigen?

Menurut literatur yang dihimpun Radarbali.id, sejak pandemi Covid 19 ini menyebar hampir ke seluruh prajuru dunia, WHO sebagai badan kesehatan dunia menyebut perlu screening awal virus dengan menggunakan rapid test dan antigen.

Rapid test sebagaimana diketahui kalangan umum merupakan test diagnostik cepat dengan melihat antibodi dalam darah.

Rapid test memang masih menjadi perdebatan karena dianggap kurang efektif mendeteksi Covid-19 dan hasilnya pun tak akurat.

Bahhkan, penggunaan rapid test pun sempat ditolak sebagai syarat administrasi oleh JRX SID dan kalangan lainnya di Indonesia.

Bahkan, drummer SID ini sekarang harus menjadi terdakwa karena kerasnya dia menolak rapid test sebagai syarat administrasi. Lalu bagaimana dengan test antigen?

Diketahui, swab antigen atau yang lebih dikenal dengan rapid test antigen merupakan tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan.

Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi. Atas dasar itu, banyak yang memandang rapid test antigen paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi.

Sebelum antibodi muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen yang bertugas mempelajarinya. Keberadaan antigen itulah yang dideteksi.

Namun, perlu dicatat juga, seperti rapid test antibodi, ada kemungkinan hasil rapid test antigen tak akurat.

Salah satu alasannya virus yang dipelajari antigen bisa jadi bukanlah SARS-CoV-2, melainkan virus lain seperti influenza.

Nah, bila orang dikatakan positif dari hasil rapid test antigen, maka yang bersangkutan diminta mengikuti swab test RT-PCR dua kali dalam dua hari berturut-turut.

Bila hasil swab test RT-PCR negatif, berarti penyakit bukan Covid-19. Bila hasil positif, peserta menjadi pasien Covid-19.

Pasien Covid-19 yang tak menunjukkan gejala atau gejalanya ringan bisa mengisolasi mandiri di rumah.

Bila gejala sedang, pasien dirawat di rumah sakit darurat. Sedangkan bila gejala berat, pasien harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

(rb/ara/mus/JPR)

  • Dipublish : 27 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami