Remaja Diciduk Polisi, Pungut Jasa Parkir Rp 20 Ribu di Pasar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Aksi premanisme di kawasan Aurkuniang, Kota Bukittinggi mendadak viral di media sosial, Sabtu (8/8). Dalam sebuah video berdurasi 15 detik, seorang pemuda berinisial AT, 26, mencoba meminta jasa parkir sebesar Rp 20 ribu kepada pengunjung pasar.

Akibat perangainya itu, AT mesti berurusan dengan polisi. Berbekal videonya yang beredar, Satuan Satreskrim Polres Bukittinggi bergerak ke lokasi dan menyisir keberadaannya. Tidak butuh lama, pelaku AT berhasil diamankan.

”Dari tangan pelaku disita barang bukti uang hasil pungutan parkir liar yang dilakukannya sebanyak Rp 205 ribu,” ujar Kepala Satreskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution.

Aksi parkir liar yang dilakukan AT, lanjut Chairul Amri, termasuk kategori pungli. Sebagian masyarakat menyebutnya dengan istilah premanisme. ”Jika ada petugas parkir yang memungut tarif di luar ketentuan, maka bisa disebut pungli,” tuturnya.

Dijelaskan Chairul, dalam kasus ini pelakunya bukan penyelenggara negara, maka belum bisa dijerat pasal terkait pungli. Kendati begitu, perbuatan pelaku tidak bisa pula ditolerir.
Sesuai Pasal 368 KUHP perbuatan meminta uang atau barang milik orang lain dengan paksaan atau ancaman kekerasan bisa diancam pidana maksimal 9 tahun penjara.

”Karena belum ada laporan masyarakat, pelaku kami tahan 1×24 jam untuk pembinaan. Dengan catatan pelaku sudah mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” kata Chairul.

Amri mengimbau kepada masyarakat apabila melihat atau mengalami sendiri kejadian yang sama agar segera melaporkan ke petugas kepolisian terdekat atau bisa menghubungi Polres Bukittinggi di nomor call center 110. (jpg)

  • Dipublish : 10 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami