Resah Jalan Rusak, Warga Tanam Pisang

Sejumlah warga melakukan protes dengan bentuk menanam pohon pisang di Jalan Dusun Banyu Urip, Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Minggu (15/12). (Shalihin/jprm)
Sejumlah warga melakukan protes dengan bentuk menanam pohon pisang di Jalan Dusun Banyu Urip, Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Minggu (15/12). (Shalihin/jprm)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JARINGANMEDIA.CO.ID, MOJOKERTO,- Warga Dusun Banyu Urip, Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto gerah. Mereka pun menutup akses jalan di kampungnya itu dengan menanam pohon di sepanjang badan jalan, Minggu (15/12). Kegeraman warga dipicu kerusakan jalan di kampungnya yang telah berlangsung sejak enam tahun terakhir.

’’Mulai rusak itu sudah 10 tahun. Tapi rusak parah seperti ini sekitar 6 tahun yang lalu,’’ ungkap Mohammad Kodim, salah satu warga setempat.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, kerusakan parah dan berlubang ini ditanami pohon pisang tepat di badan jalan. Layaknya pohon pisang yang tumbuh di kebun. Sangat rapi.

Selain itu, pohon-pohon pisang itu ditempeli kardus bekas lengkap dengan tulisan bernada protes. Diantaranya, Perhatikan Jalan Kami! Jangan Yang Sudah Bagus Ditambal Terus. Kami Juga Bayar Bajak.  Kami Juga Ingin Merasakan Perbaikan.

Warga lain menceritakan, pihak pemerintah Desa Mojorejo dan warga seringkali melakukan pengajuan pembangunan infrastruktur ke pemerintah daerah. Akan tetapi, pengajuan pembangunan jalan sepanjang 500 meter tersebut, selalu diabaikan pemda.

”Sering terjadi kecelakaan. Bahkan pernah sampai ada yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan. Kami dan pak kades sudah bersinergi, Tapi tidak ada tanggapan dari pihak terkait,’’ ,” kata Kodim.

Warga berharap, agar persoalan ini segera di tanggapi oleh pihak terkait dalam waktu dekat ini untuk dilakukan pengaspalan  atau di cor.

Selama ini, warga seringkali melakukan kerja bakti memperbaiki jalan rusak di kampungnya itu. Diantaranya dengan langkah menguruk jalan yang berlubang dengan pasir. Namun, hal itu tidak bisa bertahan lama.

Aksi protes ini rupanya mendapat tanggapan dari Camat Pungging, Mujib. Ia terjun langsung ke lokasi dan menenangkan protes warga tersebut. Ia berjanji, pekan ini, Unit Penambal Cepat akan melakukan penembelan. ’’Kami sudah menghubungi Kepala PU (Bambang Purwanto) untuk segera ada penanganan. Dan, dijanjikan ada penetrasi. Akan segera ada UTC untuk nambal jalan berlubang ini,” katanya. Sementara, kata Mujib, untuk jangka panjang, akan dilakukan pengaspalan atau cor.

Puas dengan janji camat, warga kemudian sepakat berdamai dan mencabut kembali ratusan pisang yang ditanam sekitar pukul 06.30 tersebut. Para pengendara pun kembali bisa melintas dengan lancar. ”Kalau dalam dua minggu tidak ada perbaikan, maka kami akan menutup jalan ini lagi,” pungkas Kodim.(jpr)

 

Sumber: radarmojokerto.jawapos.com

  • Dipublish : 16 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami