Resmi, Pemerintah Larang Ekspor Benih Lobster

ilustrasi
ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono resmi melarang ekspor benih bening lobster (BBL). Pelarangan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia.

Menurutnya, Peraturan Menteri (Permen) ini sudah mendapat nomor Berita Negara, sehingga secara resmi bisa diumumkan. Salah satu isinya dengan tegas melarang Ekspor Benih Bening Lobster (BBL)

“Alhamdulilah, dari rangkaian Kunker di Timur Indonesia ini, saya mengumumkan sudah rampung dan diundangkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021,” kata dia dikutip dari akun Instagram-nya @swtrenggono, Kamis (17/6/2021).

Menurut Trenggono, Permen ini merupakan salah satu wujud dari janjinya usai dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pada Desember 2020 lalu.

Baca Juga: Aksi Kejar-Kejaran di Tol, Polisi Tangkap Penyelundup Benih Lobster

Baca Juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 12 Ribu Benih Lobster

“Saat itu, saya sudah menegaskan, BBL sebagai salah satu kekayaan laut Indonesia harus untuk pembudidayaan di wilayah NKRI,” ujarnya.

Trenggono menjelaskan, bahwa untuk pembudidayaan Benih Bening Lobster wajib dilakukan di wilayah provinsi yang sama dengan lokasi penangkapan.

“Untuk memudahkan dalam implementasi aturan baru ini, KKP sedang menyusun petunjuk2 teknis yg saat ini dalam proses finalisasi,” terangnya.

Setelah itu, lanjut Trenggono, pihaknya akan dilakukan sosialisasi, pembinaan, dan supervisi secara berkala kepada pemerintah daerah Provinsi, Kabupaten, Kota dan ke nelayan, untuk menyampaikan kejelasan regulasi/standar dalam pengelolaan benih lobster.

“Saya mengharapkan melalui aturan baru ini, semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan BBL bisa menjadi sejahtera dalam mengelola kekayaan laut berbasis ekonomi biru,” pungkasnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 17 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami