RI-Qatar Pererat Kerja Sama di Bidang Pendidikan

Duta Besar RI untuk Negara Qatar, Ridwan Hassan saat bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Pengajaran Tinggi Qatar, Mohammed Abdul Wahed Al Hammadi, pada Selasa (22/6) di Doha, Qatar (Dok. KBRI Doha Qatar)
Duta Besar RI untuk Negara Qatar, Ridwan Hassan saat bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Pengajaran Tinggi Qatar, Mohammed Abdul Wahed Al Hammadi, pada Selasa (22/6) di Doha, Qatar (Dok. KBRI Doha Qatar)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Duta Besar RI untuk Negara Qatar, Ridwan Hassan bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Pengajaran Tinggi Qatar, Mohammed Abdul Wahed Al Hammadi, pada Selasa (22/6) di Doha, Qatar. Indonesia dan Qatar sepakat peningkatan kerjasama di bidang pendidikan di antara kedua negara.

Dari data Kementerian Pendidikan dan Pengajaran Tinggi Qatar, saat ini terdapat sekitar 2000 pelajar/mahasiswa Indonesia di Qatar. Mereka tersebar di berbagai jenjang pendidikan dari tingkat dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Sebagian besar dari mereka menempuh pendidikan di Qatar karena mengikuti orangtuanya yang bekerja di Qatar. Sebagian lagi, mereka datang karena keinginannya sendiri untuk menempuh pendidikan di salah satu negara terkaya di dunia ini.

Beberapa dari mahasiswa Indonesia tersebut tercatat merupakan penerima beasiswa penuh dari Pemerintah Qatar. Tidak hanya kepada para mahasiswa, Pemerintah Qatar juga memberikan beasiswa kepada para pelajar. Saat ini, terdapat sekurangnya 11 pelajar Indonesia yang bersekolah di Ma’had Diniy (setingkat SMA) atas beasiswa Pemerintah Qatar.

Baca Juga: Polisi Bongkar Praktik Penjualan Ijazah Palsu, S1 Dijual 2 Juta

Dubes Ridwan Hassan berharap akan semakin banyak lagi mahasiswa dan pelajar asal Indonesia yang mendapat kesempatan belajar di Qatar, terutama dari jalur beasiswa. Namun seiring dengan itu ia juga mengundang lebih banyak mahasiswa Qatar untuk belajar di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut ia juga menyinggung keberadaan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Universitas ini menurut Dubes diharapkan dapat membantu dunia Islam, tidak hanya dalam mengabarkan Islam yang rahmatan lil alamin kepada dunia, tetapi juga dalam mengembalikan tradisi besar umat Islam di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca juga: Enam Provinsi Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19

Menteri Pendidikan dan Pengajaran Tinggi Qatar Abdul Waheed Al Hammadi mengaku tertarik dengan keberadaan UIII dan berharap ada sesuatu yang riil yang dapat dilakukan Pemerintah Qatar untuk membantu Pemerintah Indonesia. “Kita menanti kerja sama lebih luas dengan universitas ini”, tutur Menteri Abdul Waheed Al Hammadi.

Menteri Hammadi juga menyampaikan selamat dan apresiasi atas terpilihnya Indonesia sebagai partner country dalam penyelenggaraan Year of Culture 2023 (YOC). YOC adalah event yang akan berlangsung sepanjang tahun pada tahun 2023 dan merupakan festival kebudayaan terbesar di Qatar. Indonesia adalah negara pertama dari kawasan Asia Tenggara yang terpilih menjadi partner country dalam ajang tersebut. (jpc/jm)
  • Dipublish : 23 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami