Ribuan Guru Honorer di Gorontalo Akan Menerima SK Penugasan Pekan Depan

Guru dan siswa. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

GORONTALO,- Para guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Gorontalo akan menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai honorer dan penugasannya pada pekan depan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Indra Yasin.

“Sekitar tanggal 17 Februari 2020, seluruh GTT di daerah ini segera mengantongi SK, bersamaan dengan kegiatan pengukuhan para kepala sekolah yang telah mengikuti seleksi,” ucapnya di Gorontalo, Rabu (12/2), pada peresmian gedung guru milik PGRI Kabupaten, dirangkaikan dengan penyerahan bantuan mutu pendidikan di halaman kantor Dinas Pendidikan setempat.

Bupati juga mengimbau agar seluruh GTT segera mengantongi ijazah sarjana. “Mereka (GTT, red) yang hanya berijazah minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) agar segera menyesuaikan,” katanya.

Peresmian gedung guru tersebut, kata bupati, menandai peresmian seluruh program Dinas Pendidikan Nasional tahun anggaran 2019 yang berhasil direalisasikan di daerah itu.

Gedung tersebut diharapkan menjadi tempat bagi para guru untuk membicarakan seluruh program pendidikan maupun inovasi-inovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah itu.

“Bersyukur kita menjadi daerah ketiga di Provinsi Gorontalo, yang telah memiliki gedung guru, dengan harapan banyak pemikiran dan gagasan berkaitan dengan peningkatan mutu guru, termasuk kepentingan guru dan memperjuangkan nasib para GTT, bisa dilakukan di gedung ini,” ujar bupati.

Plh Kepala Dinas Pendidikan Nasional setempat, Yosfin Dangkua, kepada Bupati Indra Yasin melaporkan jumlah GTT yang akan menerima SK.

“Pak bupati, sebanyak 1.308 orang GTT dari tingkat PAUD hingga SMA di daerah ini, sementara menantikan SK. Mereka tidak dirumahkan, tetap melaksanakan tugasnya,” ujar Yosfin.

Data jumlah GTT di daerah itu, tahun anggaran 2019 lalu mencapai 1.355 orang dan yang aktif hingga Oktober 2019, sebanyak 1.308 orang.

“Mereka aktif menjalankan tugasnya di depan kelas hingga saat ini,” tambah Yosfin. (atr/jpnn/jm)

  • Dipublish : 13 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami