Ribuan Karyawan KS Mau Dirumahkan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Akhirnya setelah dua bulan berjuang untuk mendapatkan hak-haknya, sebanyak 2.683 karyawan kontrak PT Krakatau Steel (KS) setuju dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) alias dirumahkan.

Mereka sepakat dirumahkan setelah pihak vendor di lingkungan KS menawarkan kompensasi dua kali pesangon. Kendati demikian, para karyawan kecewa tidak adanya upaya dari pemerintah daerah (pemda) setempat yang mendukung perjuangan karyawan selama ini.

“Kami kecewa soal restrukturisasi ini, terkait pemda tidak memperhatikan kita. Yah minimal mencegah, menunda atau lainnya,” ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC), Safrudin, kemarin (26/8).

Sarifudin mengungkapkan, para karyawan mulai resmi setop tidak bekerja lagi pada akhir Agustus ini. “Sudah ada pengumuman dari vendor, mulai efektif 31 Agustus ini,” ucap dia.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Pieter Abdullah mengatakan, bahwa PHK merupakan jalan yang pahit namun terbaik yang mestik dilakukan KS.

“PHK itu jalan yang pasti mengecewekan tapi tidak terlelakkan. Besarkan hati mereka bahwa kalau mau berusaha pasti ada jalan,” ujar Piter, kemarin (26/8).
Soal petinggi KS yang enggan menemui karyawan, seharusnya tidak demikian. Sebab pemimpin harus bisa menenangkan anak buahnya.

“Di sini sebenarnya ujian seorang pemimpin, menghadapi kondisi-kondisi seperti ini. Harus mampu tampil sebagai orang tua, menenangkan, kalau bisa menginspirasi,” ucap dia.

Sebelumnya Direktur Utama KS, Silmy Karim mengungkapkan, langkah restrukturisasi atau perampingan yang dilakukan untuk menyelamatkan kinerja perseroan yang terus menelan kerugian dalam tujuh tahun terakhir.

“Setelah berdiskusi dengan bank dan Kementerian BUMN, akhirnya kami mendapatkan lampu hijau untuk restrukturisasi,” ujar Silmy, baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, ada 800 karyawan yang akan memasuki masa pensiun hingga tahun depan serta pengalihan 600 karyawan dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan KS.

“Saya tegaskan tidak ada PHK massal. Kami hanya melakukan perampingan, mengoptimalkan SDM yang ada,” tegas dia.

Seperti diberitakan, KS terlilit utang sebesar 2,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau setara Rp31 triliun. Karenanya jalan yang harus diambil melakukan restrukturisasi. (fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 27 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami