Ridwan Kamil Berharap Uji Klinis Vaksin Covid-19 Berjalan Baik

Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar/Antara)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id–Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berharap uji klinis vaksin Covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok, yang dilakukan PT Bio Farma berjalan baik. Rencananya, uji klinis dilakukan di enam tempat, yakni Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad), Balai Kesehatan Unpad, serta empat puskesmas di Kota Bandung. Uji klinis diharapkan selesai dalam waktu enam bulan.

”Bio Farma kemarin melaporkan kepada Pak Presiden, siap memproduksi vaksin. Tapi ada uji klinis terakhir sebelum diproduksi masal, yaitu akan mengetes kepada 1.600-an relawan,” kata Ridwan seperti dilansir dari Antara di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/7).

Menurut dia, pengetesan dimulai Agustus diharapkan lancar, sehingga nanti dapat diproduksi masal sesuai kaidah-kaidah kesehatan. Dengan begitu, Indonesia aman dari Covid-19.

”Supaya mudah pengawasannya, kriteria pertama harus warga Bandung Raya dan sekitarnya, kedua sehat jasmani rohani. Bisa datang dari relawan khusus, umum, TNI-Polri, maupun pejabat. Saya kira nanti dikondisikan bagaimana baiknya,” kata Ridwan.

Gubernur menyatakan, sebelum vaksin Covid-19 selesai menjalani uji klinis dan dapat diproduksi masal, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat guna cegah penularan Covid-19.

Sementara itu, Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Eddy Fadlyana menuturkan, vaksin Covid-19 dari Tiongkok yang akan diujicobakan kepada 1.620 relawan tersebut diyakini aman. Hal tersebut, didasarkan pada hasil uji klinis vaksin tahap pertama dan kedua di Tiongkok tidak ditemukan efek samping serius terhadap warga yang disuntikkan vaksin.

Selain itu, dari uji klinis tahap satu dan dua, Vaksin Sinovac juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan saat diujicobakan tidak menimbulkan demam terhadap orang yang disuntikkan.

”Vaksin ini dibuat dari virus Covid-19 yang dimatikan namun memiliki daya untuk antibodi sehingga jika disuntikkan kepada orang yang sakit tidak akan berbahaya,” terang Eddy.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil menuturkan, hingga kini, baru Tiongkok yang sudah melakukan penelitian atau uji klinis vaksin tersebut mulai dari fase sampai fase dua. Negara lain baru memulai uji klinis vaksin Covid-19 tahap satu.

”Negara lain memang banyak lakukan penelitian. Tapi belum bisa dipakai. Belum sampai fase uji klinis, baru mau masuk fase satu dan dua. Yang bisa fase tiga baru Tiongkok,” kata Kusnandi.

Uji klinis tahap tiga vaksin secara multisenter dilakukan di India, Bangladesh, Indonesia, Brazil, dan Cili. ”Jadi di beberapa negara ini, hasilnya dijadikan satu. Jika aman, vaksin ini boleh dijual. Jadi keamanannya sudah dicoba berkali-kali,” ujar Kusnandi. (jp)

  • Dipublish : 24 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami