Rizal Djalil Penuhi Panggilan KPK

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil usai diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/10). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil usai diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/10). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM). Rizal mengaku akan kooperatif dalam menjalani pemeriksaan serta memberikan keterangan kepada penyidik KPK.

Rizal yang datang mengenakan kemeja merah muda dipadu dengan peci dan kacamata hitam akan siap menjawab pertanyaan oleh penyidik lembaga antirasuah.

“(Saya) akan memberikan keterangan apappun yang dibutuhkan oleh penyidik dan saya membawa semua dokumen yang diminta oleh penyidik dan saya akan sangat kooperatif,” kata Rizal di pelataran Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (9/10).

Rizal menyebut, akan membeberkan segala hal yang ia ketahui terkait kasus SPAM kepada awak media setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. Dia mengaku akan membeberkan penerimaan uang senilai Rp 3,2 miliar yang dituduhkan padanya, serta seseorang yang disebutnya mengatur proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Saya nanti setelah diperiksa akan berbicara secara terbuka apa adanya kepada saudara-saudara, teman-teman awak media. Saya sudah siapkan pantun untuk teman-teman media nanti,” tukas Rizal.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam pengembangan perkara ini. Kedua orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil (RIZ) dan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama (MD) Leonardo Jusminarta Prasetyo (LJP).

KPK menduga, Rizal menerima aliran dana sebesar SGD 100 ribu dari Leonardo. Uang tersebut diberikan Leonardo lantaran Rizal membantu perusahaan milik Leonardo untuk mendapatkan proyek SPAM jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan anggaran Rp 79,27 miliar.

Sebagai pihak yang diduga penerima Rizal disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Leonardo sebagai pihak yang diduga Pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (jp)

  • Dipublish : 9 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami