Rp 182 Triliun Parkir di Bank, Jokowi Ajak Pemda Segera Belanjakan APBD

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pemerintah daerah (pemda), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk segera membelanjakan APBD yang masih banyak mengendap di bank.

Ia melihat, transfer dari pemerintah pusat ke daerah selama ini belum banyak dibelanjakan, tapi masih terparkir di bank hingga mencapai Rp 182 triliun. Menurutnya, hal itu dapat mempersendat laju pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

“Hati-hati, akhir Maret saya lihat di perbankan daerah ada Rp 182 triliun. Tidak semakin turun, semakin naik. Naik 11,2 persen,” kata Jokowi dalam siaran video Pengarahan Presiden RI kepada Kepala Daerah se-Indonesia Tahun 2021, dikutip Kamis (29/4/2021).

“Artinya tidak segera dibelanjakan, bagaimana pertumbuhan ekonomi daerah mau naik kalau uangnya disimpan di bank? Hati-hati,” tegasnya.

Terlebih lagi, Jokowi memperhatikan, angka belanja yang tinggi di tingkat pemda baru terjadi untuk belanja pegawai. Namun, itu juga baru sekitar 63 persen.

“Sejauh ini, belanja modal per Maret kemarin baru menyentuh 5,3 persen. Padahal ia menegaskan perputaran uang itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Jokowi mengaku, selama ini sering melakukan kunjungan ke Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian untuk mengingatkan semua pemerintah daerah agar segera Belanjakan APBD, baik yang bersifat belanja aparatur maupun modal.

“Terpenting belanja modal. Ini harus disegerakan, sehingga terjadi peredaran uang di daerah. Hati-hati, Rp 182 triliun ini uang yang sangat guede sekali,” tegasnya.

“Kalau segera dibelanjakan, uang akan berputar di masyarakat akan pengaruhi pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil,” pungkasnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 29 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami