Rumah Sepi, Keluarga Reynhard Sinaga Menghilang

Reynhard Sinaga ternyata merupakan lulusan Universitas Indonesia (Facebook/BBC)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di London tetap menghormati keputusan Pengadilan Inggris di Manchester, atas seorang warga Indonesia, Reynhard Sinaga (36) yang dijatuhi hukuman seumur hidup setelah dinyatakan bersalah melakukan perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria Inggris. Sementara kediaman keluarga pelaku di Depok, sudah tidak dihuni sejak empat tahun lalu.

Minister Counsellor KBRI London, Thomas Ardian Siregar kepada Antara London Senin mengatakan sejak KBRI London diberitahu oleh pihak kepolisian Juni 2017 lalu, kita terus mengikuti kasusnya dan memastikan Reynhard Sinaga mendapat perlindungan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku di UK. Menurut Thomas Ardian Siregar, sejak saat itu juga KBRI melakukan kontak dengan pihak keluarga dan pihak pengacaranya. “Perlu dipahami bahwa KBRI tidak bisa mengintervensi keputusan pengadilan,” terangnya, kemarin (7/1).

Sementara itu pihak Universitas Indonesia (UI) mengutuk kejahatan alumnusnya, Reynhard Sinaga, yang dijatuhi hukuman seumur hidup karena melakukan pemerkosaan dan serangan seksual kepada 48 pria di Inggris. ”Kami mengutuk perbuatan yang bersangkutan sebagai perbuatan biadab dan bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan, sekaligus ikut prihatin atas peristiwa yang dialami para korban,” kata Kepala Humas dan Keterbukaan dan Informasi Publik UI Dr. Rifelly Dewi Astuti.

UI sambung dia, menghormati putusan pengadilan Manchester, Inggris, yang menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Reynhard Sinaga (36) karena dinilai terbukti melakukan pemerkosaan dan serangan seksual kepada 48 pria dalam 159 kasus yang terjadi dalam rentang waktu sekitar dua setengah tahun. ”UI berkomitmen melaksanakan tugas pengajaran dan pendidikan utamanya untuk mendidik generasi muda dengan intelektualitas tinggi dan berbudi luhur,” pungkasnya.

Semenatra itu, rumah kediaman orang tua terpidana seumur hidup Reynhard Sinaga, Saibun Sinaga di Jalan Dahlia Kelurahan Depok Kecamatan Panmas Kota Depok Jawa Barat terlihat sepi. “Ya memang sudah sejak lama sepi pak. Sudah empat tahun lalu mereka tinggal di sini,” kata Ketua RT3/11 Abraham Jonathans ketika ditemui di Depok, kemarin (7/1).

Di rumah yang seluas 3 hektare ini juga dibangun Gedung Pertemuan yang disewakan untuk umum. Rumah yang didominasi warna abu-abu ini ditumbuhi oleh berbagai tanaman dan juga pohon rambutan yang sedang berbuah. Abraham mengaku beberapa kali berjumpa dengan Saibun terakhir waktu pemilihan presiden di TPS. “Ya ngobrol-ngobrol saja waktu itu,” katanya.

Abraham juga mengatakan belum pernah bertemu dengan Reynhard selama keluarga Saibun pindah ke sini. “Cuma Pak Saibun pernah cerita ada anaknya yang kuliah di Inggris, itu saja,” ujarnya. Nah selain di Jalan Dahlia Depok lama, rumah Saibun juga ada di Jalan Dahlia 1 Beji Timur Depok. Reynhard Sinaga, dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester atas tindak perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria dalam 159 kasus.

Tindak kejahatan ini dilakukan selama rentang waktu sekitar dua setengah tahun. Hakim mengatakan ia harus menjalani 30 tahun hukuman penjara sebelum boleh mengajukan pengampunan. Menurut BBC London, persidangan berlangsung dalam empat tahap, mulai Juni 2018 dan tiga tahap pada 2019.

Namun Pengadilan Manchester baru mengizinkan pemberitaan setelah hukuman dijatuhkan untuk sidang tahap tiga dan empat Senin (6/1). Reynhard Sinaga, datang ke Inggris dengan visa mahasiswa pada 2007 dan memperoleh dua gelar magister di Manchester dan tengah mengambil gelar doktor dari Universitas Leeds saat ditangkap pada 2017. (tim/fin/ful)

 

  • Dipublish : 8 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami