Rusuh Papua, KKSS Kecam Rasialisme

Protesters take to the street to face off with Indonesian police in Manokwari, Papua on August 19, 2019. - Riots broke out in Indonesia's Papua with a local parliament building torched as thousands protested allegations that police tear-gassed and arrested students who supported the restive region's independence. (Photo by STR / AFP)
Protesters take to the street to face off with Indonesian police in Manokwari, Papua on August 19, 2019. - Riots broke out in Indonesia's Papua with a local parliament building torched as thousands protested allegations that police tear-gassed and arrested students who supported the restive region's independence. (Photo by STR / AFP)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR — Rusuh punya pemicu. Termasuk insiden di Papua. Rasialisme pencetusnya. KKSS ikut mengecam.

AKSI demo yang sebagian dalam eskalasi tinggi di Papua dan Papua Barat, Senin, 19 Agustus, dipicu oleh sentimen ras di Surabaya dan Malang beberapa hari sebelumnya. Lantas, warga Papua tersinggung.

Unjuk rasa yang berlangsung damai, akhirnya sebagian rusuh. Fasilitas umum hingga aset negara dirusak warga. Warga Sulsel yang berada di sana pun menjaga diri di rumah masing-masing. Bahkan Kantor DPRD Papua Barat hangus terbakar.

Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Papua mengecam keras penghinaan yang menyudutkan satu suku dan ras tertentu. Hal inilah yang menjadi pemicu utama insiden di Papua saat ini.

“Kita menyesalkan insiden ini karena ucapan menghina orang itu tidak boleh. Bilangi orang monyet siapa yang tidak marah,” kata Ketua BPW KKSS Papua, Mansur kepada FAJAR.

“Saya justru mengutuk pernyataan itu. Karena itu di Sulsel mari kita menjaga semua kondisi daerah tidak ada yang boleh lakukan gerakan aksi. Justru kita kutuk sama-sama peristiwa yang di Surabaya dan Malang,” tambahnya.

Mansur menceritakan di Provinsi Papua masih berlangsung demo 10 ribu massa. Mereka juga sudah sampai di Kantor DPRD jalan kaki dari Universitas Cenderawasih. Menyikapi aksi yang terjadi di Malang dan Surabaya.

Untuk sementara, lanjut Mansur aktivitas perkantoran di Jayapura berjalan kondusif. “Mudah-mudaham tidak seperti Papua Barat, Manokoari dengan Sorong,” harapnya.

Mansur pun mengimbau kepada keluarga besar KKSS di Papua untuk berjaga-jaga. Seminimal mungkin tetap berada di rumah masing-masing. Tidak usah keluar jika tidak ada hal yang mendesak.

“Komunikasi kita terus jalan. Bahkan Pak Wali Kota hari ini melaksanakan rapat untuk melibatkan semua paguyuban,” jelasnya. (ful-gun-edo/abg-zuk)

 

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 20 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami