Saatnya Turunkan Harga BBM

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR – Harga minyak dunia terus merosot. Beberapa negara sudah melakukan penyesuaian harga BBM. Indonesia juga sudah saatnya melakukan itu.

JIKA mengamati harga minyak dunia pekan ini, trennya masih di bawah USD30 per barel. Bahkan sempat pada Senin lalu minus.

Untuk produksi minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pada Kamis 23 April pukul 15.30 wita misalnya terpantau senilai USD14,76 per barel. Sementara produksi Brent itu senilai USD21,47 per barel. Harga tersebut tercatat sebagai nilai terlemah sejak tahun 1983.

Malaysia sendiri sejak Januari hingga awal April lalu, sudah melakukan penyesuain harga sebanyak enam kali. Harganya terus diturunkan linear dengan kondisi harga minyak dunia.

Saat ini tercatat, di Malaysia untuk bensin Oktan-95 se-level Pertamax di Indonesia itu seharga USD 0,289 atau Rp4.480 per liter. Bahkan negara berkembang lainnya juga melakukan itu. Seperti Vietnam telah melakukan dua kali penyesuaian harga bulan lalu. Untuk bensin Oktan-95 dipatok senilai USD 0,519 atau Rp8.046 per liter.

Pengamat Ekonomi, Hamid Paddu, menilai, harga minyak mentah dunia memang menjadi salah satu indikator penting bagi negara-negara pengimpor minyak, sebelum mematok harga dalam negeri. Termasuk Indonesia.

Menurutnya, dunia sudah masuk dalam resesi saat ini. Stok minyak melimpah, sementara permintaan turun karena adanya pembatasan sosial yang mengurangi aktivitas masyarakat di seluruh dunia.

Alhasil harga minyak dunia terjun bebas. Bahkan dinilainya, harga jual minyak saat ini lebih rendah dibandingkan biaya produksinya.

“Indonesia pun bisa menurunkan harga BBM yang disajikan dalam negeri,” katanya, Kamis 23 April.

Memang, tidak serta merta harga BBM langsung turun lantaran harga minyak dunia sedang turun. Itu bergantung, kapan Indonesia membelinya untuk stok dalam negeri. Akan tetapi opsi menurunkan harga BMM terbuka lebar.

“Misalnya stok yang ada sekarang dibeli dengan harga sebelum sekarang. Jadi wajar belum turun. Tetapi kita terus mengimpor minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri. Jadi perkiraan saya, satu atau dua minggu ke depan boleh jadi sudah diturunkankan,” nilai Ekonom Unhas itu.

Terpisah Ketua Apindo Makassar, Muammar Muhayang, menerangkan, saat ini memang kebanyakan masyarakat itu tak bepergian, karena diimbau untuk tetap di rumah. Hanya saja, masih ada sektor bisnis yang bergerak seperti jasa logistik dan pengantaran.

“Artinya jika BBM diturunkan, setidaknya itu memberi keringanan kepada mereka,” imbuhnya.

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) MOR VII Sulawesi, Hatim Ilwan, mengaku tak bisa berbicara banyak terkait harga BBM yang ditawarkan oleh pihaknya saat ini. Alasannya Pertamina hanyalah operator semata.

“Sampai saat ini, harga BBM masih mengacu kepada ketentuan Kementerian ESDM,” kuncinya. (Ade)

  • Dipublish : 24 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami