Sahroni soal Pilkada: Yang Menang Pilkada Rayakan Saja Via Online

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (Istimewa)
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (Istimewa)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA– Pemilihan kepala daerah (Pilkada) dilaksanakan secara serentak di 270 daerah di tanah air. Seiring dengan usainya tahap pencoblosan, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menyatakan, Pilkada Serentak 2020 telah berlangsung secara aman, lancar, dan tertib.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni menyampaikan apresiasinya terhadap Polri. Menurut Sahroni, menggelar pilkada di tengah pandemi memiliki tantangan tersendiri bagi kepolisian.

”Apresiasi setinggi-tingginya terhadap Kapolri Idham Azis yang telah sukses mengawasi dan mengamankan Pilkada 2020 mulai dari tahap awal, kampanye, hingga pencoblosan yang dilaksanakan kemarin (9/12). Pilkada di tengah pandemi gini pastinya banyak tantangan. Namun, kepolisian berhasil menjalankan tugas dengan baik,” ujar Sahroni dalam kepada wartawan, Kamis (10/12).

Adapun terkait para calon kepala daerah yang turut berkompetisi, Sahroni juga mengingatkan agar para pihak tetap menjaga keamanan dan kondusivitas di masyarakat menyusul keluarnya hasil quick count. Hal itu karena mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.

”Di tengah pandemi ini, saya juga ingatkan kepada seluruh paslon untuk menahan diri dengan tidak mengadakan perayaan hasil quick count. Boleh kita bergembira dengan hasil sementara tersebut namun tidak dengan mendatangkan banyak orang dan menimbulkan kerumunan. Kondisi Covid di Indonesia masih tinggi, jadi tidak perlu ada pesta yang mengumpulkan orang banyak. Yang menang rayakan via online saja,” kata Sahroni.

Sahroni juga meminta kepada kepolisian untuk tetap mengawal prosesi pilkada demi menghindari terjadinya kerusuhan antar simpatisan dan pendukung paslon pasca hasil quick count muncul.

”Untuk mencegah kerusuhan atau keributan dari simpatisan paslon, kami meminta Polri untuk tetap mengawal prosesi pilkada hingga perhitungan surat suara selesai,” tutur Sahroni.

Diketahui, Pilkada serentak 2020 diselenggarakan di 270 wilayah di Indonesia pada 9 Desember. Jumlah tersebut terdiri atas pemilihan gubernur dan wakil gubernur, pemilihan wali kota dan wakil wali kota, serta bupati dan wakil bupati.

Pemilihan gubernur dan wakil gubernur berlangsung di sembilan provinsi. Yakni Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Sedangkan pemilihan wali kota dan wakil wali kota akan dilaksanakan di 37 kota yang tersebar di 32 provinsi. Sedangkan pemilihan bupati dan wakil bupati bakal digelar di 224 kabupaten. (JP)

  • Dipublish : 10 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami