Sanksi Menanti Oknum PNS yang Mesum Dalam Mobil dan Tabrak Satpam Mal

Mobil milik BN, PNS mesum yang tabrak satpam mal (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SRAGEN – Kasus penabrakan hingga dugaan mesum dalam mobil yang dilakukan oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Sragen di salah satu mal di Solo telah mencoreng muka warga Bumi Sukowati. Bupati siap memberi sanksi kepada pelaku setelah kasusnya dikaji.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tidak segan memberi sanksi tegas kepada pelaku Bekti Nugroho, 40, warga Mijehan, Gemolong, Sragen jika terbukti melakukan perbuatan mesum. Dia mengetahui bahwa Bekti adalah seorang kepala seksi (kasi) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sragen.

”Dia seorang kasi di Diskominfo Sragen. Ya, baru saya promosikan beberapa waktu lalu. Jelas ada sanksi kalau memang terbukti,” ujarnya kemarin.

Jika perbuatan tak senonoh itu terbukti, Belti terancam hukuman berat di lingkungan Pemkab Sragen. Saat ditanya sanksi yang akan diberikan, bupati akan melihat sesuai bobot kesalahan. Mulai dari teguran hingga penurunan pangkat.

”Sanksi itu macam-macam. Ada penurunan pangkat, teguran, dan seterusnya. Saya masih menunggu BKPSDM.” terangnya.

Sementara Kepala Diskominfo Sragen Yuniarti membenarkan, BN seorang pejabat eselon empat di diskominfo. Terkait kasus dugaan mesum yang menjerat Bekti, Yuni belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Pihaknya merasa perlu untuk melakukan klarifikasi terlebih dahulu, sebelum menentukan langkah selanjutnya.

”Sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai, hari ini kami melakukan pemanggilan untuk klarifikasi yang sebenarnya bagaimana. Biar jelas, sementara yang berkembang kan seperti itu,”  ungkapnya Yuni.

Menurut dia, surat pemanggilan tersebut sudah dilayangkan hari ini. Dalam surat tersebut, Bekti diminta untuk menghadiri klarifikasi besok pagi. Sedang Bekti sendiri  Senin (20/1) ini tidak masuk kerja tanpa keterangan. ”Hari ini tidak masuk, tanpa keterangan. Makanya kita perlu klarifikasi,” terangnya.

Yuni menyampaikan, persoalan BN baru diketahuinya lewat media massa. Pihaknya akan berkoordinasi dengan BKPSDM terkait langkah lebih lanjut. ”Saya justru baru tahu dari media. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian,” terangnya.

Sementara perempuan yang bersama Bekti, yakni DI, diduga seorang pegawai honorer yang bertugas di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Pemkab Sragen. DI pada Senin ini juga tidak masuk kerja. (radarsolo.jawapos.com)

  • Dipublish : 21 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami