Satgas: 6.000-an Penderita Covid-19 di Bali Jalani Isoman

Ilustrasi rumah isolasi mandiri warga. (Guslan Gumilang/JawaPos)
Ilustrasi rumah isolasi mandiri warga. (Guslan Gumilang/JawaPos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id –Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat hingga 27 Juli, sebanyak 6.869 penderita Covid-19 di Bali menjalani isolasi mandiri.

”Jika merujuk data kasus aktif pada Selasa (27/7), sebanyak 10.618 orang, yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 6.869 orang atau sekitar 64,7 persen dari total kasus aktif,” kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin seperti dilansir dari Antara di Denpasar.

Untuk pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan, kata dia, sebanyak 2.254 orang (21,2 persen) dan yang menjalani karantina di tempat isolasi terpusat sebanyak 1.495 orang (14,1 persen). Pemprov Bali bersama dengan pemerintah kabupaten/kota sudah menyiapkan 30 titik tempat isolasi terpusat dengan menggunakan hotel, wisma, hingga balai diklat, yang kapasitasnya untuk 3.055 orang.

”Bapak Gubernur juga meminta kami untuk menjajaki hotel-hotel yang dapat digunakan sebagai tempat isolasi terpusat,” ucap I Made Rentin yang juga Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali.

Meskipun hotel di Bali banyak, lanjut Rentin, tidak semua hotel siap menerima penderita Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan (GR). ”Tidak semua hotel siap dan sanggup mengelola kasus Covid-19 , karena harus ada penanganan tersendiri dan juga menyangkut tenaga kesehatan yang harus disiapkan,” ujar Rentin.

Pihaknya bekerja sama dengan TNI-Polri, berjuang untuk menemukan warga Bali yang OTG-GR, yang masih menjalani isolasi di rumah masing-masing. Mereka itu akan diantarkan untuk menjalani isolasi terpusat karena masih tersedia kamar atau ruangan.

”Kami juga memantau pergerakan Kodim 1611/Badung yang langsung menggerakkan personelnya untuk menjemput warga yang masih menjalani isolasi mandiri,” tutur Rentin.

Sejak 26 Juli, Kodam IX/Udayana dengan segenap jajaran juga menyiapkan tim pelacak untuk melakukan pelacakan secara masif dari kasus-kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi di Provinsi Bali. ”Tim pelacak di Bali berjumlah 4.000-an orang, yang terdiri atas unsur dinas kesehatan, TNI, Polri, dan relawan BPBD,” ucap Rentin.

Penambahan kasus baru Covid-19 di Provinsi Bali hingga saat ini belum menunjukkan penurunan. Rata-rata penambahan kasus lebih dari 1.000 orang setiap hari.

  • Dipublish : 29 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami