Satgas Antimafia Bola: Saat Ini Tiga Orang Masuk DPO Kasus Pengaturan Skor Perses versus Persikasi

Ilustrasi mafia bola. (Jawa pos)
Ilustrasi mafia bola. (Jawa pos)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Satgas Antimafia Bola terus mengembangkan pengusutan kasus pengaturan skor di pertandingan Perses Sumedang melawan Persikasi Bekasi pada 6 November lalu. Setelah menangkap enam orang yang diduga kuat terlibat pengaturan skor, ternyata masih ada tiga orang lainnya yang ditengarai ikut terlibat. Mereka adalah HN, 48; NS, 46; dan KH, 32. Ketiganya kini masuk daftar pencarian orang (DPO) dan diburu Satgas Antimafia Bola.
Hal itu diungkapkan Kepala Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo saat konferensi pers di Polda Metro Jaya kemarin (28/11).

Satgas berjanji secepatnya menangkap para tersangka dan meminta keterangan lebih lanjut. ’’Saat ini, sambil menunggu, kami sedang menyelesaikan pemberkasan agar kasus ini cepat diselesaikan,’’ tuturnya.

Hendro mengungkapkan, tiga orang yang jadi DPO punya peran masing-masing. HN alias Sogong, misalnya, diketahui merupakan anggota exco di Asprov PSSI Jawa Barat. Dia merupakan kunci utama karena menjadi penerima uang dari pihak Persikasi yang melakukan penyuapan. Uang suap tersebut lantas disalurkan kepada wasit yang bertugas dan memenangkan Persikasi dengan skor 3-2 melawan Perses.

Yang kedua adalah NS yang tak lain merupakan istri Sogong. Nah, walau tidak ada kaitannya dengan pengaturan skor, rekening NS-lah yang digunakan Sogong untuk menerima uang suap dari Persikasi.
Yang terakhir adalah KH. Sosok itu hanya perantara. Dia merupakan pihak yang diminta manajer Persikasi untuk berkomunikasi dengan wasit. KH juga bertanggung jawab melakukan transfer kepada pihak yang menugaskan wasit dalam pertandingan tersebut.

Seperti diketahui, wasit yang dimaksud menerima uang suap kali pertama dari KH berinisial DSP. Wasit itu sudah ditangkap bersama lima tersangka lain pada 25 November. Dia ditangkap setelah polisi mendapatkan banyak laporan pada pertandingan 6 November lalu tersebut.
’’Setelah kami melakukan penyelidikan, penyidikan, dan gelar perkara. Akhirnya, 22 November kami buat laporan kepolisian. Lalu, DS kami tangkap pada 25 November, kemudian berturut-turut lima tersangka lain,’’ papar Hendro.

Setelah DS, satgas kemudian menangkap tiga perwakilan manajemen Persikasi. Yaitu, BTR, HR, dan SHB. Kemudian, seorang perantara berinisial MR ikut ditangkap. Dari kelima pihak itu, lantas muncul nama DS dari bagian perwasitan di Asprov PSSI Jawa Barat dan menjadi yang terakhir ditangkap.

’’Ada barbuknya. Yaitu HP, ATM, dan buku bank. Keenamnya kami kenakan pasal 2 dan pasal 3 tentang Penyuapan di Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980,’’ terang Hendro.

Pria dengan satu bintang di pundak tersebut menambahkan, ada setidaknya uang Rp 12 juta–Rp 14 juta dalam suap untuk memenangkan Persikasi di laga itu. Namun, pihaknya masih mendalami berapa jumlah yang diterima untuk setiap pelaku. ’’Masih didalami per orang dapat berapa. Yang jelas, wasit utama yang menerima. Lalu dibagikan kepada perangkat wasit, asisten wasit, pembantu wasit, dan pengawas,’’ tuturnya.

Perjalanan uang suap tersebut dimulai dari SHB, perwakilan manajemen Persikasi. SHB kemudian memberikan uang Rp 8 juta kepada perantara MR. Uang itu hanya awalan. Sebab, setelah pertandingan, MR kembali menerima tambahan Rp 6 juta.

Setelah menerima uang, MR menyalurkannya kepada perangkat wasit melalui perantara BTR yang merupakan dokter tim di Persikasi. Uang Rp 8 juta tersebut lantas dibagikan BTR kepada perangkat pertandingan, termasuk DSP. DSP menerima uang Rp 5 juta. Dengan perincian, Rp 4 juta sebelum pertandingan dan sisanya setelah pertandingan.

Hendro menerangkan, inisiatif untuk melakukan suap itu murni dari manajemen Persikasi. Harapannya, Persikasi bisa lolos ke Liga 2 musim depan. ’’Ada konspirasi jahat untuk memuluskan terjadinya pengaturan skor. Intinya, yang seperti ini sering dilakukan,’’ urainya.(jp)

  • Dipublish : 29 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami