Satgas Nemangkawi Tangkap Ketua KNPB-OPM Merauke

Penyidik Polres Merauke memeriksa tersangka EKM, penyebar ujaran kebencian di media sosial, Merauke, Papua, Rabu (9/6). (Satgas Operasi Nemangkawi/Antara)
Penyidik Polres Merauke memeriksa tersangka EKM, penyebar ujaran kebencian di media sosial, Merauke, Papua, Rabu (9/6). (Satgas Operasi Nemangkawi/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Satgas Operasi Nemangkawi tangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (KNPB-OPM) wilayah Merauke berinisial EKM, 38. Pelaku ditangkap atas dugaan penyebar hoaks dan ujaran kebencian mengandung SARA.

”Satgas Operasi Nemangkawi menangkap pemilik akun facebook atas nama Manuel Metemoko yang diduga telah menyebarkan informasi palsu atau hoaks, provokatif, kebencian atau permusuhan individu maupun kelompok masyarakat dengan SARA,” kata Humas Kasatgas Operasi Nemangkawi Kombespol M. Iqbal Alqudusy seperti diansir dari Antara, Kamis (10/6).

Iqbal menyebutkan, penangkapan dilakukan Rabu (9/6) pukul 22.35 WIT oleh Satgas Siber Operasi Nemangkawi di rumahnya, Jalan Perikanan Darat, Kelurahan Kelapa V, Kecamatan Merauke, Kabupaten Merauke, Papua. ”Saat ini tim Satgas Siber telah membawa tersangka ke Polres Merauke untuk dilakukan pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti yang diamankan,” ujar Iqbal.

Barang bukti yang disita, satu buah ponsel milik pelaku dan beberapa postingan di akun facebook atas nama Manuel Metemoko sebagai alat bukti.

Beberapa postingan yang diduga melanggar pidana antara lain, menyebarkan foto yang tidak sesuai dengan kejadian aslinya dengan keterangan foto tertulis Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak Papua berhasil dibakar TPNPB pada Kamis (03/06). Kemudian Otsus gagal total, rakyat menolaknya dan menuntut referendum, ribuan pasukan dikirim, korban jiwa dimana-dimana, tokoh agama Katholik diteror OTK, issu teroris menggemah di tanah Papua. Pertanyaannya, Siapa peternak kejahatan kemanusian dan teroris di Indonesia dan Papua? Tulisan di akun facebook tersebut pada Jumat (4/6).

Menurut Iqbal masih banyak lagi postingan rasisme dan ujaran kebencian yang dianggap telah meresahkan masyarakat. ”Jangan membuat berita hoaks atau tidak benar, memprovokasi masyarakat dengan berita-berita kebencian yang berakibat permusuhan di bumi Papua, masyarakat ingin hidup damai,” ujar Iqbal.

Atas perbuatannya, kata Iqbal, EKM diduga melanggar pasal 45A ayat (2) juncto pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008. (jpc/jm)

  • Dipublish : 10 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami