Satu Pasien Dalam Pengawasan Korona di RSUP Prof Kandou Manado

Ilustrasi ruang isolasi virus korona. (Aswaddy Hamid/Antara)
Ilustrasi ruang isolasi virus korona. (Aswaddy Hamid/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, Manado,- Satu pasien dalam pengawasan (PDP) korona dirawat di ruang isolasi RSUP Prof Kandou Manado, Sulawesi Utara. Kabid Pelayanan Medik RSUP Kandou, dr Hanry Takasenseran memberikan konfirmasinya pada Sabtu (14/3).

“Saat ini masih di rawat pasien. Saya masih menunggu petunjuk pimpinan terkait kewenangan untuk menyampaikan informasi tersebut,” kata dr Hanry di Manado seperti dilansir dari Antara.

Adanya satu PDP tersebut sejalan dengan statement dari pemerintah. Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini sudah menyebar di delapan provinsi.

“Sekarang penyebarannya sudah melebar ke Jakarta, Jawa Barat, Tangerang (Banten), Jawa Tengah di Solo, Jogjakarta, Bali, Manado (Sulawesi Utara), dan Pontianak (Kalimantan Barat),” ujar Yuri di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (14/3).

Yuri mengatakan, saat ini pemerintah masih terus melacak orang-orang yang diduga terpapar virus Korona dengan metode sederhana. “Awalnya informasi tracking, dengan dua pertanyaaan sederhana. Penularan dari siapa dan menularkan siapa,” katanya.

Menurut Yuri, jika tidak diketahui siapa yang menularkan, maka akan dicari apakah orang tersebut pernah keluar negeri atau ke tempat negara yang positif Korona. “Nah ini akan kita kejar sehingga orang yang tertular bisa diamankan,” ungkapnya.

Sebelumnya, ‎pemerintah telah mengumumkan bahwa ada kenaikan drastis dari jumlah orang yang terpapar Korona. Hingga hari ini, sudah ada 96 orang yang dinyatakan positif Korona.

“Ada penambahan kasus hari sebanyak 27 ini. Ada lima orang yang meninggal, dan delapan orang sembuh,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto. (*)

 

  • Dipublish : 14 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami