SBY Kisahkan Saat Bertugas Disatuan Kapal Selam, Miliki Resiko dan Tekanan Psikologi

Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id – Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan duka cita atas meninggalnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402. SBY mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberi ketabahan.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah, sabar dan tawakal menerima ujian yang maha berat ini. Selamat jalan Kolonel Harry Setiawan, Letkol Heri Oktavian dan para pahlawan Hiu Kencana lainnya. Semoga semuanya hidup tenang dan bahagia di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” tulis SBY dalam akun Twitter resmi miliknya @SBYudhoyono, Senin (26/4).

Pernah menjadi prajurit TNI, SBY mengakui tugas yang diberikan negara penuh dengan risiko. Sehingga gugurnya 53 awak KRI Nanggala-402 adalah duka mendalam bagi para prajurit TNI.

“Sebagai sesama prajurit, saya amat tahu bahwa siapapun yang mengabdi di dunia militer mesti siap sumbangkan jiwa dan raganya kepada negara tercinta. Sungguhpun demikian, gugurnya 53 prajurit Hiu Kencana di medan latihan adalah duka yang mendalam dan great loss bagi TNI dan kita semua,” katanya.

SBY mengatakan, dirinya pernah bertugas di satuan kapal selam. Tugas tersebut memiliki risiko, tekanan psikologi, dan kesunyian yang tinggi.

“Prajurit yang bertugas di satuan kapal selam miliki risiko, tekanan psikologis dan kesunyian yang tinggi. Tahun 1998, saya berada dalam kapal selam, bergerak di dalam laut (1 jam). Bisa dibayangkan jika menyelam berbulan-bulan. Mari beri hormat kepada tentara kebanggaan kita itu,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi mengatakan seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 gugur. Hal itu disampaikan Hadi setelah kondisi kapal diketahui.

“Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur,” ujar Hadi.

Sementara, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menambahkan KRI Nanggala-402 dinyatakan terbelah. Kapal selam itu terbelah menjadi 3 bagian.

Pencarian KRI Nanggala-402 dilakukan oleh KRI Rigel dengan menggunakan multibeam echosounder untuk mendeteksi citra bawah air. (jawapos/jm)

  • Dipublish : 26 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami