Sebar Hoaks, Warga Pinrang Terancam Enam Tahun Penjara

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

PINRANG – Herman kini mendekam di Polres Pinrang. Warga Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang itu terancam enam tahun penjara.

Herman ditangkap karena diduga sudah menyebarkan ujaran kebencian yang ditujukan ke institusi Polri. Itu ia sampaikan pada akun Facebooknya, Herman Koi.

Ujaran kebencian itu terkait aksi demo beberapa hari lalu. Penolakan revisi UU PKK dan RKUHP. Herman mengunggah video yang sudah diedit.

Tak hanya video editan, tetapi dia juga menambahkan narasi yang mengarah kepada ujaran kebencian kepada institusi polisi. Juga perpecahan antar suku.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Negara mengatakan, sebenarnya bukan kali ini saja Herman mengunggah ujaran kebencian di akunya Facebooknya. Ia sudah berulang kali melakukannya.

“Pelaku juga pernah mengunggah konten gambar hasil editan dan tulisan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo,” bebernya.

Akibat perbuatannya, Herman kini dipersangkakan dengan Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 dan/atau Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ancaman hukuman enam tahun penjara,” kata AKP Dharma, Minggu, 6 Oktober.
Herman sendiri mengaku khilaf. Ia berjanji tidak akan lagi mengulanginya. Ia juga pasrah menerima hukuman ini.

Anggota Sat Reskrim Polres Pinrang, Bripka Aris membeberkan, sejauh ini barang bukti yang berhasil disita dari tersangka yaitu ponselnya. “Dia tak bisa lagi berkutik sebab barang buktinya sudah jelas,” singkatnya. (fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 7 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami