Sebelum Dikabarkan Meninggal, Kim Jong Un Alami Kondisi Vegetatif

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Tim medis Tiongkok yang dikirim ke Korea Utara untuk menangani Kim Jong Un melaporkan, Pimpinan Korea Utara itu sempat mengalami kondisi ‘Vegetative State’ atau kondisi vegetatif yang mirip dengan koma.  Kim Jong Un dilaporkan dalam keadaan koma setelah gagal menjalani operasi jantung. Meski begitu, negara Korea Utara yang tertutup belum mengonfirmasi kebenaran fakta ini.

Seperti diketahui, tim ahli medis Tiongkok terbang untuk merawat penguasa Korea Utara. Kim sendiri sudah tidak terlihat di depan umum selama dua minggu.

Spekulasi tentang kesehatan Kim yang buruk dimulai setelah dia tak muncul dalam sebuah perayaan penting untuk menandai ulang tahun Kim Il-Sung, kakeknya dan pendiri negara itu. Dia terakhir terlihat empat hari sebelumnya pada pertemuan dengan pejabat pemerintah.

Laporan dari Korea Selatan menunjukkan bahwa Kim yang kelebihan berat badan dan memiliki riwayat penyakit, menjalani operasi jantung pada 12 April dan sakit parah. Badan intelijen negara itu dan sekutu Tiongkok juga menyangkal dia sakit parah. Tetapi surat kabar Jepang Shukan Gendai mengatakan Kim sempat berada dalam keadaan vegetatif karena operasi yang ceroboh seperti dilansir dari The Sun, Minggu (26/4).

Laporan yang belum dikonfirmasi menyatakan Kim dibawa ke rumah sakit setelah memegangi dadanya dan terjatuh saat berada di pedesaan. “Harusnya ada prosedur untuk memasukkan stent (ring jantung) tetapi itu salah karena tangan ahli bedah yang ketakutan itu gemetar,” kata media Shukan Gendai.

Lalu sebetulnya seperti apa kondisi vegetatif yang dialami Kim Jong Un?

Orang-orang dalam keadaan vegetatif seperti tidur, tetapi tidak menunjukkan kesadaran tentang lingkungan mereka. Keadaan vegetatif adalah ketika seseorang bangun tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran.

Seseorang dalam keadaan vegetatif dengan ciri tetap membuka mata mereka, bangun, dan tertidur secara berkala. Oarng dengan kondisi vegetatif juga memiliki refleks dasar (seperti berkedip ketika dikejutkan oleh suara keras atau menarik tangan mereka ketika diperas dengan keras), mampu mengatur detak jantung dan pernapasan mereka tanpa bantuan.

Namun, seseorang dalam kondisi vegetatif tidak menunjukkan respons yang berarti. Misalnya mereka tidak akan dapat mengikuti objek dengan mata mereka atau menanggapi suara-suara.
Mereka juga tidak menunjukkan tanda-tanda emosi.

Jika seseorang berada dalam kondisi vegetatif selama lebih dari empat minggu, mereka dianggap berada dalam kondisi vegetatif yang berkelanjutan. Jika sudah lebih dari enam bulan dan disebabkan oleh cedera otak non-traumatis, atau lebih dari 12 bulan jika disebabkan oleh cedera otak traumatis itu dianggap sebagai kondisi vegetatif permanen.

Jika seseorang didiagnosis dalam kondisi vegetatif permanen, pemulihan sangat tidak mungkin. Pemulihan tergantung pada jenis cedera otak yang dialami pasien, usia mereka, berapa lama mereka dalam kondisi dan seberapa parah cedera mereka.

Cedera otak non-traumatis mungkin merupakan akibat dari penyakit di dalam tubuh. Cedera traumatis biasanya merupakan akibat dari serangan kekerasan, jatuh, luka tembak atau bahkan ledakan bom. Orang-orang dalam kondisi vegetatif permanen sangat tidak mungkin pulih dari cedera otak, meskipun itu tidak mustahil. (jp)

  • Dipublish : 26 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami