Sebelum Menteri KKP Ditangkap KPK, Elite Golkar Pernah Ngomong Begini

Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi berharap Edhy Prabowo bisa melewati prosesnya dengan baik. (dok JawaPos.com)
Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi berharap Edhy Prabowo bisa melewati prosesnya dengan baik. (dok JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Penangkapan itu karena elite kader Gerindra tersebut terkait kasus korupsi benih lobster atau benur.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi berharap Edhy Prabowo bisa melewati prosesnya dengan baik. Ia juga berdoa, Semoga diberikan kekuatan atas kasus yang menimpa kader Gerindra tersebut.

“Berharap pak menteri Edhy dan teman-temanya bisa melewati proses ini dengan baik dan memiliki kekuatan untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi,” ujar Dedi kepada wartawan, Rabu (25/11).

Polotikus Partai Golkar ini juga menuturkan, sejak awal dirinya tidak setuju dengan ekspor benih lobster tersebut. Karena benih lobster itu merupakan bagian dari ekosistem laut yang harus dijaga kelangsungan.

“Walau jumlahnya katanya ada 2 miliar, bagi saya tidak penting jumlahnya berapa. Yang terpenting bagi kita bahwa dia bagian dari laut, bagian eksosistem, biarkan dia tumbuh dan berkembang sendiri agar menjadi lobster tangkapan dan harganya mahal dan menguntungkan nelayan,” katanya.

Menurut mantan Bupati Purwakarta itu, benih lobster Indonesia tersebut dikirim ke Vietnam. Negara yang merupakan kompetitor di bidangan bidang perikanan dan sumber daya laut. Bahkan untuk saat ini, Vietnam sudah punya kemampuan dan teknologi budi daya perikanan yang canggih dan memadai.

“Ini kan menjadi aneh, sudah menjadi kompetitor kok bahan bakunya kita kirim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dedi juga mengatakan, sejak awal dirinya selalu memperngati Edhy Prabowo untuk tidak membuka ‘keran’ ekspor benih lobster tersebut. Sehingga komisi yang ia pimpin sudah memberikan rekomendasi penghentian ekspor benih lobster.

“Apabila nanti dibuat ada raker dengan KKP ya saya akan terus menyampaikan bahwa benih lobster ini dihentikan,” katanya.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Operasi senyap ini pun dibenarkan oleh Pimpinan KPK, Nawawi Pomolango.

“Benar kita telah mangamankan sejumlah orang pada malam dan dini hari tadi,” kata Nawawi dikonfirmasi, Rabu (25/11).

Nawawi masih belum menjelaskan soal informasi operasi kedap terhadap sejumlah orang di KKP. Diduga terkait korupsi ekspor benih lobster atau benur. (jp)

  • Dipublish : 25 November 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami