Sebulan, 318 Orang Positif Omicron

(MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
(MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 1 Tahun 2022. Adapun 14 negara yang dilarang adalah Afrika Selatan, Botswana, Norwegia, dan Prancis. Lalu, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Eswatini, dan Lesotho. Inggris dan Denmark juga dilarang masuk karena kasus Omicron-nya lebih dari 100.000.

Aturan itu dikecualikan bagi WNA yang memiliki visa diplomatik dan dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan. Selain itu, WNA tersebut masuk ke Indonesia dengan skema travel corridor arrangement. Pengecualian juga diberikan kepada delegasi negara anggota G20. WNA berusia di bawah 15 tahun, WNA yang belum bisa divaksin karena ada penyakit penyerta, serta pemegang KITAS dan KITAP juga tidak dikenakan aturan itu. Sementara itu, WNI di luar negeri diizinkan kembali ke Indonesia dengan ketentuan yang ketat.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat membatalkan rencana perjalanan ke luar negeri untuk kepentingan yang tidak esensial. ’’Diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan, apalagi berwisata di saat risiko penularan Omicron sangat tinggi,” kata Nadia. Hal itu juga berlaku untuk daerah yang belum dilarang, tapi memiliki risiko penularan Omicron yang tinggi.

Belum lama ini figur publik Ashanty dikabarkan terinfeksi Covid-19. Istri Anang Hermansyah itu baru saja mengunjungi Turki untuk bertemu dengan keluarga besarnya. Kemarin Nadia juga menyatakan bahwa ada 15 orang yang positif di dalam satu pesawat yang dinaiki Ashanty saat kembali ke Indonesia. ”Delapan di antaranya kerabatnya,” tuturnya. Delapan orang itu terdiri atas 6 perempuan dan 2 laki-laki. Dari 15 orang itu, hanya dua orang yang bergejala.

Sementara itu, menurut epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, travel ban atau penutupan akses perjalanan luar negeri antarnegara sudah tidak efektif lagi dalam mengatasi pandemi. Utamanya dalam konteks membendung penularan varian Omicron yang sudah tersebar di mana-mana. ”Bahkan jika itu dilakukan, dampak multisektornya akan lebih berat untuk dunia. Apalagi ini sudah tahun ketiga pandemi,” kata Dicky kemarin (9/1). (jpc/jm)

  • Dipublish : 10 Januari 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami