Sebut Masih Ada Lebih Butuh, Tukang Becak di Barru Tolak Bantuan Presiden

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BARRU – Banyak warga ngotot dapat bantuan. Tetapi, tidak di Kabupaten Barru. Seorang tukang becak menolak bantuan pemerintah. Fisik kuat dan tanpa tanggungan jadi alasannya.

Kementerian Sosial sudah merinci berbagai program jaring pengaman sosial yang diamanatkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ada dua bansos. Reguler dan nonreguler. Semua terkait penanganan virus corona.

Bansos reguler terdiri dari dua program. Yaitu, program keluarga harapan (PKH) dan program sembako atau bantuan pangan non tunai (BPNT). Kemudian, bansos nonreguler atau bansos yang terkait penanganan covid-19.

Bantuan ini ada dua program. Bansos sembako dan 600 ribu per kepala keluarga. Tetapi, BLT presiden untuk lawan korona ini tidak semua warga menginginkannya. Ada juga yang menolaknya.

Sosok yang menolak bantuan langsung tunai Rp600 ribu ini bernama La Salama. Ia tinggal di sebuah rumah kebun milik seorang warga. Dari sisi pekerjaan, ia sebenarnya masuk dalam kelompok masyarakat yang layak diberi bantuan. Tukang becak.

Hanya saja, pria yang tinggal sebatang kara di Desa lasitae ini, menilai hidupnya fisiknya masih kuat. Masih mampu mencari kerja. “Masih banyak warga yang lebih layak menerima daripada saya,” katanya keada Kepala Desa Lasitae, Kartini.

Menurut, Kartini, La Salama tak bersedia menerima bantuan. Padahal nama pria paruh baya ini ada dalam daftar penerima. Saat bantuan langsung tunai sebesar Rp600 ribu akan diserahkan, ia tak bersedia menerima.

Padahal sesungguhnya melihat kondisinya, ia pantas menerima bantuan ini. Hal yang sama waktu masih raskin juga menolak. “Kami sudah jelaskan, tetapi ia tetap menolak,” katanya. Meski demikian, pihak desa akan tetap menyerahkan kepada yang bersangkutan.

“Sebab namanya ada dalam daftar penerima BLT. Beberapa hari ke depan, ia berusaha mendatanginya lagi, menjelaskan lebih detil lagi soal bantuan ini,” kuncinya. (fin)

  • Dipublish : 15 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami