Sehari, 793 Warga Italia Meninggal karena COVID-19

MATI SURI: Tentara Italia berpatroli di kawasan katedral di Milan, Minggu (22/3). Mulai kemarin status lockdown makin diperketat. (ANTONIO CALANNI/AP)
MATI SURI: Tentara Italia berpatroli di kawasan katedral di Milan, Minggu (22/3). Mulai kemarin status lockdown makin diperketat. (ANTONIO CALANNI/AP)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, – Ketakutan terhadap virus korona makin santer di Eropa. Akhir pekan lalu beberapa negara di Benua Biru itu mengalami kehilangan terbesar. Ratusan jiwa melayang di Italia dan Spanyol hanya dalam jangka waktu sehari.

Pemerintah Italia melaporkan penambahan korban jiwa Covid-19 terbesar sepanjang sejarah pada Sabtu (21/3). Dalam 24 jam terakhir, ada 793 kasus kematian yang mengakibatkan total 4.825 korban jiwa akibat virus tersebut. Negara tersebut kini mencatat total 53 ribu pasien yang terjangkit virus korona. Terbesar kedua setelah Tiongkok. ”Pemerintah memutuskan untuk menutup semua aktivitas pabrik yang tak penting,” ujar Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte seperti dilansir Agence France-Presse. Pengetatan aturan tersebut dijamin tak akan mengganggu kebutuhan pokok masyarakat. Politikus 55 tahun itu juga memastikan bahwa toserba dan apotek akan terus buka untuk memenuhi kebutuhan rakyat.

Spanyol mengalami nasib serupa. Mereka mencatat 394 korban jiwa dalam 24 jam terakhir. Hal tersebut membuat total korban jiwa di negara tersebut mencapai 1.720 orang. Itu membuat pemerintah memperpanjang kebijakan lockdown secara nasional menjadi 12 April. ”Keadaan terus memburuk. Baik moral maupun semangat bermasyarakat kita akan diuji dalam waktu dekat,” ungkap Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez kepada The Guardian.

Menurut South China Morning Post, enam negara di Eropa menempati 10 besar lokasi persebaran dengan pasien terbanyak. Jumlah pasien di Italia, Prancis, Spanyol, dan Jerman sudah mencapai puluhan ribu jiwa.

Sedangkan Korea Selatan, negara Asia paling terdampak Covid-19, bisa menahan angka pasien di bawah 10 ribu jiwa. Namun, hal tersebut tak membuat negara lainnya optimistis. Australia malah lebih parah. Mereka mengumumkan shutdown nasional. Fasilitas publik dilarang beroperasi mulai hari ini (23/3). Hal tersebut dilakukan setelah pemerintah menemukan pertambahan pasien baru melonjak sebanyak 1.315 jiwa.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa larangan itu berlaku untuk club, gym, dan pub. Restoran dan kafe pun hanya diperbolehkan menerima pesanan untuk dibawa pulang. ”Kami terpaksa menerapkan hal ini karena masyarakat tak mau mematuhi imbauan,” ungkap dia menurut BBC. (jp/jm)

  • Dipublish : 23 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami