Sejumlah Peserta Konferensi Islam di Malaysia Positif Virus Korona

Pihak Kementerian Kesehatan Malaysia melacak warga yang menghadiri Konferensi Islam di Kuala Lumpur setelah beberapa peserta positif virus Korona (The Star)
Pihak Kementerian Kesehatan Malaysia melacak warga yang menghadiri Konferensi Islam di Kuala Lumpur setelah beberapa peserta positif virus Korona (The Star)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Malaysia dan Singapura langsung bereaksi melacak warga yang hadir dalam Konferensi Islam pada 28 Februari hingga 1 Maret 2020. Hal itu dilakukan setelah beberapa peserta dinyatakan positif terinfeksi virus Korona jenis baru atau COVID-19.

Seperti diketahui, sekitar 10.000 orang dari berbagai negara termasuk Singapura, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Filipina menghadiri Konferensi Islam tersebut di Malaysia. Setelah konferensi selesai, dilakukan tes untuk virus Korona dan setidaknya 12 orang peserta positif COVID-19.

Kementerian Kesehatan Malaysia langsung menyerukan agar pertemuan massal ditunda. Pihak berwenang di Malaysia yang telah melaporkan 197 infeksi virus, melacak sekitar 5.000 warga yang ambil bagian dalam konferensi tersebut yang berlangsung di sebuah masjid di Kuala Lumpur.

“Semua pertemuan massal harus ditunda untuk meminimalkan penyebaran Covid-19,” kata Kementerian Kesehatan Malaysia lewat akun resmi Twitter mereka.

Selain Malaysia, pihak berwenang Singapura juga mengidentifikasi 95 warga yang menghadiri acara Jhor Qudamak Malaysia 2020 di Masjid Seri Petaling di Selangor. Peserta lain di acara tersebut termasuk orang Indonesia dan Filipina. Demikian seperti yang diberitakan South China Morning Post.

Sebelas kasus positif virus Korona terkait dengan pertemuan tersebut. Beberapa pasien telah melakukan perjalanan ke Brunei, sementara yang lain adalah anggota keluarga mereka yang belum melakukan perjalanan ke Malaysia. Sekitar 90 orang dari Brunei menghadiri acara tersebut.

Sementara itu, Menteri Singapura, Masagos Zulkifli, mendesak mereka yang pergi ke acara tersebut untuk mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan. Di sisi lain, dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus, menteri urusan agama Malaysia telah mengeluarkan pedoman untuk mengadakan salat Jumat di masjid-masjid, termasuk memperpendek khotbah dan untuk wudhu. Wudhu bisa dilakukan di rumah jika memungkinkan.

“Mereka yang menunjukkan gejala Covid-19, bagaimanapun, tidak perlu menghadiri doa, karena mereka dikategorikan sebagai mereka yang sakit,” katanya dalam konferensi pers seperti dilansir surat kabar lokal The Star.

Sementara itu, semua tenaga kesehatan Malaysia telah dilarang bepergian ke Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Italia, dan Iran. Perjalanan ke tempat lain hanya akan disetujui berdasarkan kasus per kasus dengan “kepala departemen yang memiliki kebijaksanaan untuk tidak menyetujui aplikasi cuti dari staf mereka,” kata Dr Chen Chaw Min dari dinas kesehatan Malaysia. (jp)

  • Dipublish : 14 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami