Sejumlah Rumah Sakit Italia Beralih ke Masker Snorkeling

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Ketika rumah sakit menghadapi kelebihan beban pasien Virus Corona (Covid-19) sejumlah staf medis di Italia melakukan inovatif menggunakan masker snorkeling. Ini didapat dari toko-toko olahraga yang selanjutnya dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan medis, dalam penangannnya.

Gagasan ini mundul di Italia, saat negara ini paling terpukul di Eropa akibat pandemi corona. “Ini (Masker Snorkling) digunakan untuk pasien dengan masalah pernapasan parah. Tujuannya untuk menghindari keharusan untuk mengintubasi trakea pasien dan menempatkan mereka pada respirator,” kata Frederic Bonnier, seorang fisioterapis pernapasan di rumah sakit yang juga mengajar di universitas, Senin (30/3) seperti dilansir AFP.

Dia mempelopori desain katup buatan yang sesuai dengan bagian atas masker wajah penuh, di mana snorkel yakng memungkinkan mereka untuk terhubung ke mesin BiPAP standar yang memasok udara bertekanan ke dalam topeng.

 

Sejauh ini membantu mencegah kolapsnya alveoli, kantung udara paru-paru yang dibutuhkan untuk asupan oksigen ke dalam tubuh kita dan mengembuskan karbon dioksida. Pneumonia yang dibawa oleh Covid-19 mengobarkan membran paru-paru dan mengisi kantung-kantung itu dengan cairan.

Solusi masker snorkelling bisa menjadi tindakan penghenti kesenjangan bagi pasien yang berada di ambang perawatan intensif tetapi bagi mereka tidak ada tempat tidur atau respirator tersedia. Masker rumah sakit untuk mesin BiPAP (bilevel positive airway pressure) yang kurang intensif juga kurang.

Bonnier mengatakan bahwa mulai Senin dia akan menguji 50 masker pada pasien. Mereka adalah merek yang sama dengan yang digunakan oleh dokter Italia, disumbangkan oleh pengecer pakaian olahraga Prancis Decathlon yang memiliki toko di seluruh dunia. Topeng itu sendiri dibuat di Italia.

Dia menjelaskan mereka jauh lebih nyaman daripada rumah sakit yang pas di hidung dan mulut, menggigit kulit. Tetapi dia mengingatkan mereka tidak diuji dengan standar medis, yang berarti mereka hanya sekali pakai, tidak dapat disterilkan di antara pasien.

“Tampaknya cukup rumit untuk dibuat, cukup berat, tidak terlalu nyaman. Jadi kami punya ide untuk melangkah lebih jauh dengan memikirkannya dan mengembangkan bagian koneksi kami sendiri,” katanya.

Bonnier menambahkan bahwa petugas kesehatan di bangsal COVID-19 juga dapat menggunakan masker untuk perlindungan terhadap virus. Tapi dia khawatir masyarakat akan mulai panik membeli mereka, sehingga merampas rumah sakit dari produk yang berpotensi menyelamatkan jiwa.

Dia juga mengatakan bahwa, bahkan jika tes terbukti konklusif, masih ada pertanyaan tentang berapa banyak topeng seperti itu dapat disediakan oleh perusahaan olahraga, dalam kondisi apa.

Belajar tentang penggunaan darurat yang dibuat dari topeng snorkeling, Decathlon menyatakan minat tetapi juga harus hati-hatian. “Saat ini kami tidak memiliki konfirmasi bahwa solusi ini benar-benar berfungsi,” katanya di akun Twitter-nya.

“Jika kami melihat uji coba yang berhasil, dan rumah sakit-rumah sakit ini mengkonfirmasi kepada kami bahwa beberapa tes bekerja, maka kami akan terus memberi Anda informasi. Tetapi sementara itu, waspadalah terhadap penyebaran informasi yang tidak bersumber dan tidak diverifikasi di media sosial dalam beberapa hari terakhir,” jelasnya. (fin/ful)

  • Dipublish : 30 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami